
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama aparat kepolisian setempat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan selama bulan suci Ramadhan di kota ini. Mereka menggelar patroli gabungan pada Minggu (22/2) dini hari.
Hal itu sebagai respons atas meningkatnya potensi gangguan ketertiban masyarakat di malam hari, mulai dari aktivitas balap liar hingga kerumunan remaja yang berpotensi memicu konflik sosial.
Sebelumnya, digelar apel gabungan di halaman Polresta Banjarmasin yang dipimpin Walikota H Muhammad Yamin HR bersama Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banjarmasin, serta personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin.
Usai apel, patroli dimulai dengan menyusuri kawasan Siring Bekantan menuju Jalan A Yani Km 1 hingga Km 6, dilanjutkan ke Jalan Pramuka, Jalan Veteran, hingga kawasan Kampung Gadang. Rombongan kemudian melintasi Jembatan Pasar Lama dan berakhir di kawasan Siring 0 KM Eks Gubernur sebagai titik pemantauan aktivitas masyarakat di pusat kota.
Di sela patroli, Yamin menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah dalam apel dan patroli malam merupakan bentuk tanggung jawab langsung kepada warga.
“Kami turun langsung malam ini untuk memastikan keamanan selama Ramadhan tetap terjaga. Patroli ini dilakukan bersama aparat sejak awal Ramadhan hingga nanti berakhir, sebagai langkah nyata agar masyarakat bisa beribadah dengan tertib, aman, dan khusyuk,” ujar Yamin.
Ia menjelaskan, patroli gabungan ini menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan pelanggaran ketertiban umum. Tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga pendekatan persuasif kepada masyarakat, terutama anak-anak dan remaja yang masih berkumpul hingga larut malam tanpa pengawasan orang tua.
Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan aparat penegak perda menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas kota selama Ramadhan. “Perlu kesadaran bersama masyarakat terhadap pentingnya menjaga ketertiban menjadi tantangan tersendiri di lapangan, terlebih pada jam-jam rawan aktivitas malam, “katanya.
Momentum Ramadhan juga membuka ruang bagi penguatan edukasi sosial berbasis komunitas, termasuk melibatkan tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda. Tanpa pengawasan yang optimal, potensi kenakalan remaja dan aktivitas malam yang tidak terkontrol tetap dapat mengganggu ketenangan warga.
Pemko mendorong keterlibatan aktif orang tua dan lingkungan sekitar dalam mengawasi aktivitas anak-anak di malam hari. Langkah preventif ini diharapkan dapat mengurangi potensi gangguan keamanan sekaligus membangun budaya disiplin sosial yang berkelanjutan, sehingga suasana Ramadhan di Banjarmasin tidak hanya religius, tetapi juga tertib dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. via

