Mata Banua Online
Selasa, Februari 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ramadhan Itu Memperdalam Ibadah

by Mata Banua
19 Februari 2026
in Ramadhan
0

 

TRADISI ZIARAH KUBUR – Biasanya menjelang Ramadhan tiba, kaum muslimin melakukan ziarah kubur, terutama pada orang tua mereka, sanak saudara maupun keluarga. Banyak hikmah melakukan ziarah kubur, selain untuk mendoakan juga untuk mengingat kematian kita nantinya. Warga membaca tahlil di sebuah pemakaman.

PUASA Ramadhan selama satu bulan dinilai bisa menjadi kesempatan positif bagi setiap orang yang menjalankan untuk meregulasi emosi. Hal ini dsampaikan oleh psikiater yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Internasional Batam dr Revit Jayanti S, Sp.K.

Berita Lainnya

Syafa’at Puasa Ramadhan

Syafa’at Puasa Ramadhan

23 Februari 2026
Idul Fitri Diperkirakan Berbeda

Idul Fitri Diperkirakan Berbeda

23 Februari 2026

“Kenapa Ramadhan itu terasa menenangkan, karena Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan makna bagi umat Muslim di seluruh dunia,” katanya di Batam.

Dia mengatakan, esensi Ramadhan bukan sekedar waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan memper­dalam ibadah, meningkatkan kualitas diri, serta meraih ber­bagai keutamaan yang telah dite­tap­kan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Secara neurologi, kata dia, saat berpuasa, tbuh mengalami beberapa perubahan, yakni gula darah menurun ketika tidak makan beberapa jam, dengan efek mudah lelah dan sensitif secara emosi.

Selain itu, kortisal (hormon stres) bisa meningkat di awal karena perubahan pola tidur dan makan, serta proses autophagy (pembersih sel). “Puasa mem­bantu proses ‘pembersihan’ sel, termasuk otak,” ujarnya.

Pembersihan ini, katanya, mendukung perlindungan dan perbaikan sel saraf serta dapat meningkat brain-derived neurot­hrophic factor (BDNF) yang berpera dalam fungsi kognitif dan regulasi emosi. Akan tetapi, kata dia, kebanya­kan terjadi saat Ramadhan, penjualan makanan meningkat. Banyak berdiri pasar Ramadhan menjual aneka takjil sehingga saat puasa masyarakat menjadi konsumtif.

Padahal, ujarnya, jika meli­hat esensi puasa sebagai menahan lapar dan haus seharusnya perilaku konsumtif tidak terjadi. “Mungkin diawal-awal Rama­dhan tubuh kita merasakan lemah, letih, dan mudah capek, karena perubahan tadi. Tapi tubuh ini memiliki kemampuan beradaptasi. Setelah lewat tiga hari itu, pasti sudah ‘enjoy’ menjalaninya,” kata Revit yang dosen perguruan tinggi swasta di Kota Batam itu.

Dia menjelaskan Ramadhan sebagai pengendalian diri tidak makan dan minum, menahan amarah, ucapan yang menyakiti, dan dorongan reaktf. “Impulsif belanja takjil, persiapan Lebaran itu termasuk dorongan reaktif,” ujarnya.

Terkait dengan emosi, katanya, sebagai respons alami tubuh dan pikiran terhadap suatu peristiwa. Ia mengatakan emosi sebagai hal wajar, tetapi tidak dinormalisasi dengan membiar­kan emosi meledak-ledak hingga melukai diri sendiri dan orang lain sehingga perlu meregulasi.

“Hubungan antara puasa dan emosi yakni melatih pengen­dalian diri, meningkatkan kesa­daran emosi, membentuk kesa­baran dan empati,” katanya.

Dia menjelaskan meregulasi emosi sebagai kemampuan sese­orang mengenal, memahami, dan mengelola emosi agar tetap terkendali serta diekspresikan secara sehat dan tepat. “Mere­gulasi emosi bukan berarti menahan atau menekan perasaan. Tetapi menya­dari apa yang sedang dirasakan, memahami penyebabnya, mengontrol res­pons agar tidak berlebih dan mengekpresikan emosi dengan cara yang tepat,” ujarnya.

Ia mengatakan tips mere­gulasi emosi, pertama menge­nali dan menerima emosi dengan cara memperhatikan dan menerima emosi yang dirasa­kan, lalu menarik napas dalam, meng­ambil perlahan lalu menem­buskan, atau bisa menggunakan metode 4x4x4 (empat detik tarik nafas, empat detik tahan, dan embuskan dalam 4 detik). rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper