Mata Banua Online
Jumat, Februari 20, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pertamina Hadirkan Terminal Hijau

by Mata Banua
11 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono memberikan paparan dalam seremoni kick off Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Rabu (11/2/2026). (foto:mb/ANTARA/Aria Ananda)

CILEGON – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Energy Terminal (PET) memulai asesmen delapan pilar Green Terminal (Terminal Hijau) di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.”Terminal Hijau sebagai bagian dari inisiatif Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) tahun 2026 untuk memperkuat transisi energi dan pengembangan bisnis rendah karbon.

“Green Terminal bukan hanya proyek, tetapi bagian dari strategi keberlanjutan bisnis yang terintegrasi,” kata Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono dalam seremoni kick off Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Rabu.

Berita Lainnya

Pemerintah Janjikan Stok Pangan Aman

Pemerintah Janjikan Stok Pangan Aman

19 Februari 2026
Mobilitas Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Menyusut

Mobilitas Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Menyusut

19 Februari 2026

Kick off tersebut menandai dimulainya proses penilaian standar terminal hijau pada fasilitas strategis yang menyuplai sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional tersebut.Ia menjelaskan asesmen dilakukan terhadap delapan pilar utama yang mencakup aspek operasional, keselamatan, lingkungan, tata kelola, sosial, serta transformasi digital guna memastikan terminal energi tetap andal, kompetitif, dan berkelanjutan.

Menurut dia, penerapan prinsip ESG menjadi pengungkit dalam menjaga keandalan operasional sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon.“Pemanfaatan energi terbarukan dilakukan untuk menurunkan jejak karbon operasional terminal,” ujarnya.

Berdasarkan data paparan acara, PET telah memasang pembangkit listrik tenaga surya (solar photovoltaic), yakni panel surya yang mengubah sinar matahari menjadi listrik, di Terminal LPG Tanjung Sekong dengan kapasitas 85,5 kilowatt peak (kWp), serta di Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban sebesar 1.700 kWp.

Direktur Utama PET Bayu Prostiyono mengatakan selain energi surya, PET juga menjalankan diversifikasi energi melalui peralihan penggunaan generator set atau genset berbahan bakar fosil ke jaringan listrik nasional.

“Kami juga menyiapkan pengembangan hidrogen hijau yang terintegrasi dengan proyek panas bumi Ulubelu,” ungkap Bayu.

Ia menjelaskan pengembangan hidrogen hijau tersebut dirancang sebagai proyek percontohan, yaitu uji coba awal sebelum diterapkan secara lebih luas, sekaligus program percepatan tahap awal dalam transformasi terminal energi rendah karbon.

Berdasarkan paparan perseroan, pengembangan Green Hydrogen Ulubelu atau hidrogen hijau berbasis energi panas bumi dilakukan melalui sinergi antaranak usaha Pertamina, yakni PT Pertamina Geothermal Energy sebagai penyedia hidrogen, PT Elnusa Petrofin sebagai pendukung distribusi, dan PET sebagai pengguna untuk operasional terminal.

Skema tersebut ditargetkan mampu memenuhi hingga sekitar 25 persen kebutuhan listrik operasional Terminal LPG Tanjung Sekong, sekaligus menurunkan emisi tidak langsung (Scope 2 emissions) dari penggunaan listrik konvensional.

Terminal LPG Tanjung Sekong sendiri merupakan fasilitas penyimpanan dan distribusi LPG strategis yang dilengkapi dermaga dengan kapasitas kapal hingga 65.000 deadweight ton (DWT), yakni ukuran bobot mati kapal, serta tangki penyimpanan propane dan butane masing-masing 44.000 metrik ton.PET menargetkan proses asesmen dan penyusunan peta jalan (roadmap) Terminal Hijau berlangsung sepanjang 2027–2028 sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan pengelola terminal energi terintegrasi berkelas dunia.ant/rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper