Mata Banua Online
Senin, Februari 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemko Lirik Teknologi Pirolisis Olah Sampah Plastik

by Mata Banua
8 Februari 2026
in Banjarmasin
0
WALIKOTA Banjarmasin H Muhammad Yamin meninjau teknologi pirolisis olah sampah plastik yang menghasilkan banyak manfaat.(foto:mb/ist)

BALI – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengambil langkah strategis dan inovatif dalam menangani krisis sampah plastik yang sulit terurai. Salah satu solusi yang kini tengah diseriusi adalah penerapan teknologi pirolisis, sebuah inovasi yang mampu mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai guna tinggi, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga barang kerajinan (6/2).

Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya tugas satu instansi semata, melainkan tanggung jawab kolektif. Pemerintah Kota berkomitmen mencari solusi terbaik agar sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Berita Lainnya

4 Gepeng dan 2 PSK Terjaring Razia Satpol PP

4 Gepeng dan 2 PSK Terjaring Razia Satpol PP

8 Februari 2026
500 Event Wisata Banjarmasin Dipromosikan di Bali

500 Event Wisata Banjarmasin Dipromosikan di Bali

8 Februari 2026

“Teknologi pirolisis kami pandang sebagai salah satu alternatif yang mampu mengubah sampah plastik menjadi energi, sambil mengurangi volume sampah secara signifikan. Kita ingin setiap kebijakan membawa manfaat nyata, memberikan peluang usaha, serta mengurangi tekanan lingkungan terhadap TPA,” ujarnya.

Dalam peninjauan terbaru bersama yayasan pengelola “Get Plastic”, efektivitas teknologi ini dibuktikan secara langsung. Mesin pirolisis mampu memproses 10 kg hingga 200 kg sampah plastik dalam durasi 3 hingga 5 jam melalui proses pembakaran tanpa oksigen.

Hasil yang diperoleh sangat beragam yakni energi solar, bensin, dan minyak tanah. Produk Sampingan: Menghasilkan black carbon (residu). Barang Kreatif: black carbon (residu) diolah menjadi asbak, plakat, kulit sintetis, bricket, hingga paving block.

Keandalan hasil pirolisis ini pun telah diuji coba pada sebuah sepeda motor. Setelah tangki dikosongkan dan diisi dengan bensin hasil olahan sampah plastik, mesin motor terbukti dapat menyala dan berfungsi dengan normal.

Dari sisi operasional, alat ini dinilai cukup efisien. Untuk kapasitas 10 kg, perangkat hanya memerlukan tabung LPG dan daya listrik antara 200 hingga 600 watt dengan biaya yang terjangkau.

Pemko berencana mengintegrasikan teknologi ini di setiap kelurahan melalui kerja sama dengan TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui ekonomi sirkular.

“Keberhasilan pengelolaan sampah adalah ketika masyarakat dan pemerintah berjalan bersama demi masa depan anak cucu kita. InsyaAllah, bismillah, kita wujudkan Banjarmasin yang lebih bersih, sehat, dan maju sejahtera,” pungkas Yamin. ril/via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper