Mata Banua Online
Jumat, Maret 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ustadz Walad: Manfaatkan Maksimal Malam Peribadatan Nisfu Sya’ban

by Mata Banua
2 Februari 2026
in Banjarmasin
0
USTADZ H Walad Hadrawi saat tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai Banjarmasin Selatan, sesudah shalat Subuh Senin (2/2).(foto:mb/ant)

BANJARMASIN – Ustadz Haji Ahmad Walad Hadrawi mengajak kaum Muslim memanfaatkan malam peribadatan Nisfu Sya’ban semaksimal mungkin, dalam tausyiahnya di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai, Kelurahan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan.

“Pasalnya sebagaimana pendapat para ulama, tidak ada malam yang lebih mulia sesudah ‘lailatul qadar’ (malam qadar), kecuali malam Nisfu Sya’ban,” ujar Ustadz Walad di hadapan jamaah Masjid Al Falah tersebut sesudah shalat Subub Senin.

Berita Lainnya

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

12 Maret 2026
Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

12 Maret 2026

Ustadz Walad mengungkapkan, bahwa kalau umat Nabi Muhammad saw ada dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, sementara malam qadar dan Nisfu Sya’ban hari rayanya Malaikat.

“Sedangkan kita ketahui, makhluk Allah tanpa dosa atau selalu patuh perintah Allah yaitu Malaikat. Karenanya malam qadar dan malam Nisfu Sya’ban momentum cukup istimewa bagi kaum Muslim,” ujar ustadz muda yang pernah mondok di Tarim Hadralmaut, Yaman.

Dia menerangkan, bahwa pada malam nisfu Sya’ban waktu membuat ketetapan atau putusan, sedangkan malam qadar penyerahan keputusan tersebut.

Oleh sebab itu, dalam malam peribadatan nasfu Sya’ban juga perbanyak berdo’a. “Walaupun do’a tersebut tidak akan mengubah ketetapan Allah. Karena fungsi do’a untuk menyelaraskan permintaan kita dengan ketetapan Allah,”.katanya.

Ustadz Walad mengatakan itu, dengan mengutip pendapat Abdullah bin Abbas atau “sepupu” (anak saudara kandung orang tua) Rasulullah Muhammad SAW.

Terkait malam peribadatan Nisfu Sya’ban, Ustadz Walad juga mengutip riwayat Aisyah RA (istri Nabi), bahwa pada tersebut Rasulullah SAW sujud shalat lama sekali (lebih lama dari biasanya). Ketika ditanya; Baginda Rasul menjawab: berdo’a.

Ustadz H Walad Hadrawi saat tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai Banjarmasin Selatan, sesudah shalat Subuh Senin (2/2/2026). (ANTARA/ Syamsuddin Hasan)

Pada pengajian rutin Kalam Hikmah Ibnu Athaillah al Iskandari, tiap Subuh Senin, Ustadz Walad mengungkapkan, ada tiga sifat/sikap manusia terhadap pemberian Allah antara lain gembira.

“Namun begitu gembira atau dengan kegembiraan luar biasa sehingga lupa kepada pemberi nikmat (Allah) sehingga lalai karena mendapat ‘istidraj’ (jebakan berupa limpahan nikmat, harta, kekuasaan, dan kesenangan duniawi yang diberikan Allah SWT kepada hamba yang terus-menerus berbuat maksiat dan jauh dari-Nya),” demikian Ustadz Walad Hadrawi. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper