Mata Banua Online
Sabtu, Januari 31, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BBTPH Jaga Mutu Benih Lokal

by Mata Banua
29 Januari 2026
in Banjarmasin, Indonesiana
0
Sigid Sarsanto.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen mendukung program swasembada pangan melalui produksi benih tanaman pangan dan hortikultura unggulan khas Kalimantan Selatan.

Kepala BBTPH Kalsel Sigid Sarsanto menyampaikan, di tahun 2026 ini pihaknya tetap melaksanakan program rutin produksi benih sumber tanaman pangan dan hortikultura.

Berita Lainnya

Drainase di Kompleks Pelajar Mulawarman Dibersihkan

Drainase di Kompleks Pelajar Mulawarman Dibersihkan

29 Januari 2026
Korem 101/Ant Bagikan 2.500 Sepatu Gratis untuk Siswa di Banjarmasin

Korem 101/Ant Bagikan 2.500 Sepatu Gratis untuk Siswa di Banjarmasin

29 Januari 2026

“Untuk benih tanaman pangan meliputi padi, kedelai, dan kacang tanah. Sedangkan untuk hortikultura, kami fokus pada tanaman hias (anggrek) dan sayuran terutama cabai, serta berbagai jenis buah-buahan,” ujarnya, Kamis (29/1).

Selain komoditas hortikultura utama, lanjut dia, BBTPH Kalsel juga memproduksi dan melestarikan buah-buahan lokal dan langka khas Kalimantan Selatan (Eksostika), seperti kasturi, rambutan, mundar. Tak hanya itu, benih melalui entres buah seperti durian dan alpukat juga tersedia secara berkelanjutan.

Pada tahun 2026, BBTPH Kalsel ditargetkan Pemprov Kalsel pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 408.750.000, yang hingga kini dapat dicapai dengan dukungan anggaran yang relatif seimbang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

BBTPH Kalsel sendiri memiliki sejumlah Unit Produksi Benih (UPB) yang tersebar di UPB Batu Tungku dan UPB Sarang Halang di Kabupaten Tanah Laut khusus memproduksi benih palawija seperti kedelai dan kacang tanah.

UPB Pabahanan (Tanah Laut), UPB Sungai Tabuk (Kabupaten Banjar), dan UPB Binuang memproduksi benih padi. Produksi benih hortikultura, buah-buahan, dan sayuran dilakukan di UPB Sungkai serta di balai benih TPH di Banjarbaru.

Seluruh benih yang dihasilkan BBTPH Kalsel merupakan benih sumber minimal berlabel ungu, yang menjadi benih sumber sebelum dikembangkan menjadi benih siap sebar berlabel biru.

Sistem berjenjang ini menjadikan benih BBTPH sebagai modal awal dalam menghasilkan benih bermutu, yang selanjutnya didistribusikan kepada penangkar/ petani melalui UPB dan penangkar.

Mendukung program pertanian daerah, BBTPH Kalsel juga membuka peluang pemesanan benih sesuai kebutuhan kelompok tani dan penangkar. Jenis padi, varietas Inpari, khususnya Inpari Gemah, menjadi salah satu yang paling banyak diminati.

“Dengan dukungan anggaran APBD sebesar Rp 2,6 miliar, BBTPH Kalsel mengembangkan kawasan padi seluas sekitar 16 hektare, kawasan kedelai 2 hektare, serta kawasan kacang tanah 2 hektare. Seluruh benih yang diproduksi sumber dipastikan bersertifikat dan bermutu,” pungkasnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper