
BANJARMASIN– Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh warga mendapatkan hak pilih pada Pemilu 2029.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi bersama mitranya yang digelar di Ruang Komisi I DPRD Kalsel, Banjarmasin, Rabu (28/1/26) pagi.
Rapat dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Nor, S.T., dengan melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Ilham Nor mengatakan, rapat ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan Pemilu 2029 agar berjalan lebih tertib, inklusif, dan minim kendala teknis. Menurutnya, kunci utama kesuksesan pemilu adalah kolaborasi antarlembaga sejak jauh hari sebelum tahapan resmi dimulai.
Salah satu perhatian utama Komisi I DPRD Kalsel adalah akurasi data kependudukan. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) diminta menyiapkan data penduduk yang mutakhir.
“Data ini sangat menentukan kualitas daftar pemilih. Kita ingin memastikan tidak ada warga Kalimantan Selatan yang kehilangan hak pilihnya hanya karena persoalan administrasi,” ujar Ilham Nor.
Selain data pemilih, rapat juga menyoroti kesiapan infrastruktur pendukung pemilu. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) diminta memetakan wilayah yang masih mengalami blank spot serta kondisi jaringan internet di 2.015 desa dan kelurahan di Kalsel menyikapi wacana e-voting yang mengemuka.
Ilham Nor menambahkan, meskipun pemerintah pusat telah meluncurkan program Internet Rakyat, Kalsel belum sepenuhnya terjangkau. Melalui data yang terpetakan dengan baik, DPRD Kalsel berharap dapat mendorong agar akses internet merata dapat segera terwujud, sehingga pelaksanaan Pemilu 2029 di Kalsel dapat berlangsung lebih lancar dan berkualitas.rds

