
KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Diseminasi Penelitian dan Hasil Kajian Tahun 2025 di Aula Lantai III Bapperida, Kamis (22/01/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Eka Saprudin. Hadir pula Kepala Bapperida Kotabaru Ir. Rurien Srihardjanti, Kabid Riset Ir. Rachmat Hidayat, serta dua narasumber, yakni Dr. Moh. Muntaha dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Baharuddin dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Sekda Eka Saprudin menegaskan bahwa hasil kajian dan penelitian tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal semata, melainkan harus menjadi pijakan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja SKPD.
Ia menekankan, pentingnya implementasi nyata agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kajian ini harus diinternalisasi. Setiap program yang diusulkan wajib berbasis riset agar tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain itu, Eka juga mengingatkan pentingnya sinergi dan koordinasi antar SKPD guna menghindari tumpang tindih program.
“Koordinasi adalah kunci agar pembangunan berjalan harmonis dan efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kotabaru Ir. Rurien Srihardjanti menjelaskan, kegiatan diseminasi ini bertujuan menyampaikan hasil-hasil penelitian strategis yang telah dilakukan, termasuk masterplan dan studi kelayakan pembangunan underpass oleh ITS, serta kajian pengembangan ekonomi dan sosial oleh ULM.
“Kami ingin SKPD mengetahui dan menindaklanjuti hasil riset ini. Sangat disayangkan jika kajian yang menelan biaya besar tidak dimanfaatkan secara optimal,” ujar Rurien usai kegiatan.
Ia juga menyoroti masih adanya beberapa SKPD yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Ke depan, pihaknya berencana melaporkan hal ini kepada Bupati Kotabaru agar dilakukan langkah mediasi dan forum khusus, sehingga hasil kajian benar-benar diadopsi dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) SKPD.
Sejumlah kajian strategis yang disampaikan antara lain mendukung visi pertumbuhan ekonomi daerah, pembangunan Bandara Gusti Syamsir Alam (GSA), pengembangan UMKM, kawasan ekonomi baru, sekolah rakyat, serta Balai Latihan Kerja (BLK).
Di sektor perikanan, Bapperida juga mendorong hilirisasi melalui pengembangan industri pengalengan ikan serta diversifikasi produk olahan seperti sarden.
“Kita harus bergerak dari hulu ke hilir agar tercipta nilai tambah dan daya saing,” jelas Rurien.
Menutup kegiatan, Bapperida menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemanfaatan hasil kajian sebagai dasar pembangunan yang terukur dan berdampak. Pada 2026, prioritas pembangunan tetap difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta investasi sumber daya manusia menuju 2027.”Harapan kami, seluruh SKPD dapat mengimplementasikan rekomendasi riset ini agar pembangunan Kotabaru benar-benar berbasis data dan berorientasi masa depan,” pungkasnya. (ebet/mb03)

