JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan bahwa tekanan inflasi komoditas pangan pada awal Ramadan merupakan pola yang berulang setiap tahun.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan bahwa hal ini perlu diantisipasi pemerintah mengingat Ramadan akan jatuh pada bulan depan. “Komoditas yang konsisten memberikan andil inflasi terbesar adalah daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, dan cabai rawit,” kata Pudji.
Kendati demikian, BPS mencatat adanya perkembangan harga yang positif pada sejumlah komoditas hortikultura pada pertengahan bulan pertama tahun ini.
Beberapa komoditas yang menunjukkan penurunan rata-rata harga adalah cabai rawit yang turun sebesar 10,91% serta bawang merah yang turun 3,59%.
Menanggapi hal ini, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengamankan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional jelang Ramadan.
Di samping melakukan pemantauan harga, pihaknya juga melaksanakan fasilitasi distribusi pangan, hingga menggencarkan penyaluran beras dan jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Bapanas juga disebut akan memperluas gerakan pangan murah, meningkatkan jumlah kios pangan, hingga mengusulkan pembentukan satgas pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan 2026.
Tak hanya pemerintah pusat, Nita lantas menekankan peran pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi surplus dan defisit melalui neraca pangan wilayah. Harapannya, stabilitas pangan dapat lebih terjamin.
“Bapanas mendorong daerah untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang adaptif sesuai kondisi wilayah masing-masing,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (Pemda) meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan harga bahan pokok (bapok) menjelang Ramadhan. Pemda diminta aktif memantau pasar dan berkomunikasi dengan daerah penghasil.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir, dia meminta kepala daerah rutin turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan pedagang. Langkah ini diperlukan agar lonjakan harga saat Ramadhan dan Idulfitri dapat ditekan.
Tomsi mencatat harga sejumlah komoditas seperti telur, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit mengalami penurunan. Namun, ia mengingatkan kenaikan harga bawang putih dan minyak goreng yang terjadi di saat komoditas lain melemah.
Pemda diminta melakukan intervensi jika terjadi kenaikan harga minyak goreng melalui penambahan stok Minyakita. Tomsi juga meminta perhatian terhadap pergerakan harga beras di sejumlah daerah.
“Cek ada apa Bulog di sana. Kalau memang betul, kuotanya kurang atau stoknya kurang, tolong dorong,” ujar Tomsi. bisn/mb06

