
HSS– Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sabtu (17/1).
Desa Balimau dan Desa Karang Bulan menjadi dua titik kunjungan yang masih dilanda banjir berbulan-bulan dan mengganggu aktivitas warga.
Di sejumlah titik, banjir dirasakan warga selama sekitar 20 hari tanpa surut. Sementara di titik lainnya, genangan air bahkan bertahan hingga enam bulan. Kondisi tersebut membuat jalan-jalan desa ditumbuhi lumut licin dan memunculkan aroma air tidak sedap akibat genangan lama yang minim aliran, bercampur endapan lumpur serta pembusukan material organik.
Desy turun langsung meninjau permukiman warga dan akses jalan desa yang terendam. Ia menegaskan kehadirannya untuk memastikan aspirasi masyarakat terserap secara utuh. “Saya datang langsung ke masyarakat untuk bersilaturahmi, melihat kondisi di lapangan, dan menyerap aspirasi warga secara langsung,” ujar Desy di sela kunjungan.
Dalam reses tersebut, Desy turut mengajak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. Menurut Desy, penanganan banjir memerlukan keterlibatan lintas instansi agar solusi yang dirumuskan tidak bersifat parsial.
Warga menyampaikan harapan agar pemerintah membantu peninggian rumah dan tempat ibadah yang kerap menjadi langganan banjir. Selama ini, upaya tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi, namun keterbatasan ekonomi membuat masyarakat tidak lagi sanggup. Warga juga meminta pengerukan sungai agar aliran air lebih lancar dan tidak mudah meluap ke permukiman.
Selain itu, masyarakat menyoroti perlunya penegakan regulasi terhadap perusahaan yang diduga membuang air tanpa pengelolaan yang baik. Warga menilai aktivitas tersebut menyebabkan kebun perusahaan tetap kering, sementara permukiman dan sawah warga terendam. Reses Desy sendiri berlangsung selama delapan hari, dari 14 hingga 21 Januari 2026, dengan total 16 titik kunjungan di berbagai wilayah.rds

