Mata Banua Online
Rabu, Januari 21, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Sekda Pimpin Rakor Penanganan Banjir

by Mata Banua
20 Januari 2026
in Martapura
0
G:\2026\Januari\21 Januari 2026\5\Hal 5\Para kepala SKPD Pemkab Banjar mengikuti Rakor Penanganan Banjir.jpg
PARA kepala SKPD Pemkab Banjar mengikuti Rakor Penanganan Banjir yang dipimpin Sekda Banjar H Yudi Andrea.(foto:mb/ist)

MARTAPURA – Guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi dan menangani dampak banjir di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir di Aula Mini Barakat Martapura, Sabtu (17/1).

Rakor dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar H Yudi Andrea, dan dihadiri pimpinan serta perwakilan SKPD terkait, di antaranya BPBD, DPMD, Dinsos P3AP2KB, Dinkes, Distan, DPKP, DKISP, BPKPAD, serta instansi terkait lainnya.

Berita Lainnya

Bupati Mengajak Seluruh Jajaran Waspada Banjir

Bupati Mengajak Seluruh Jajaran Waspada Banjir

20 Januari 2026
Bappedalitbang Gelar Forum Konusltasi Publik RKPD

Bappedalitbang Gelar Forum Konusltasi Publik RKPD

19 Januari 2026

Sekda Yudi Andrea mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, debit air di sejumlah wilayah mulai mengalami penurunan.

Saat ini, delapan kecamatan masih terdampak banjir dengan kategori debit air sedang hingga tinggi, sementara dua kecamatan lainnya, yakni Gambut dan Kertak Hanyar, menunjukkan tren penurunan debit air.

“Kondisi pengungsi juga sudah banyak yang kembali ke rumah masing-masing. Lokasi pengungsian yang kita fasilitasi di Sungai Tabuk dan Aula Dinas Pendidikan saat ini sudah ditutup, karena pengungsi telah kembali,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, seiring menurunnya debit air, sejumlah dapur umum telah ditarik, khususnya di wilayah Sungai Tabuk.

Meskipun demikian, pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung desa-desa yang masih membuka dapur umum secara mandiri.

Terkait status kebencanaan, Yudi menyebutkan, Kabupaten Banjar saat ini menetapkan status Transisi Tanggap Darurat Menuju Pemulihan berlaku mulai Senin, 19 Januari 2026.

“Berdasarkan pengalaman banjir tahun 2021, masa transisi bisa berlangsung hingga tiga bulan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan,” katanya.

Pasca banjir, Sekda Banjar juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Jika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat diminta segera melapor ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, delapan kecamatan yang masih mengalami genangan dengan kategori sedang hingga tinggi meliputi Kecamatan Martapura, Astambul, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, dan Cintapuri Darussalam.

Adapun wilayah dengan kategori genangan rendah berada di Kecamatan Gambut, yakni Kelurahan Gambut, serta Kecamatan Kertak Hanyar meliputi Desa Simpang Empat, Kelurahan Kertak Hanyar I, dan Kelurahan Kertak Hanyar II. ril/dio

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper