Mata Banua Online
Senin, Januari 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pembelian Beras SPHP Diperlonggar

by Mata Banua
18 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2026\Januari\19 Januari 2026\7\7\7\master 7.jpg
PEMBELIAN BERAS SPHP – Masyarakat kini dapat membeli beras Bulog Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan batas maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang, yang mulai diberlakukan pada Februari 2026. Sbelumnya masyarakat dibatasi hanya boleh sebanyak 2 pak. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) men­ya­ta­kan masyarakat bisa membeli beras program Sta­bi­li­sasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maksimal 5 pak per orang mulai Februari 2026.

Sebelumnya pemerintah mengatur pem­belian beras SPHP adalah mak­si­mal 2 pak per orang/pembeli.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\19 Januari 2026\7\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg

Harga Beras, Minyak Goreng, Hingga Daging Melandai

18 Januari 2026
G:\2026\Januari\19 Januari 2026\7\7\7\hal 7 - 2 klm (Bwah).jpg

Tujuh Komoditas Pangan yang Ingin Swasembada

18 Januari 2026

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan dalam upaya me­ni­ng­katkan akseptabilitas beras SPHP di ta­hun 2026 ini, pihaknya sedang ng­go­dok pemutakhiran dan penajaman pe­tunjuk teknis penyaluran beras SPHP ta­hun 2026. Salah satunya dengan mem­perlebar batas maksimal pembelian be­ras SPHP.

“Semula batas maksimal pembelian be­ra­da di 2 pak per konsumen atau 10 ki­logram (kg). Ke depan direncanakan ba­tas maksimal pembelian beras SPHP ta­hun 2026 dapat berada di 5 pak per kon­sumen atau 25 kg,” kata Sarwo di Jakarta

Penerapan kebijakan pembelian be­ras SPHP maksimal 5 pak per orang ba­ru berlaku di Februari 2026, karena pa­da periode Januari pembelian beras SPHP masih berlaku kebijakan lama yak­ni maksimal 2 pak per orang. Sarwo menuturkan hal itu merujuk pa­da kebijakan Kementerian Keuangan m­e­lalui Badan Pangan Nasional dan Bu­log, yang mana distribusi beras prog­ram SPHP diperpanjang hingga 31 Januari 2026, melalui skema Re­ke­ning Penampungan Akhir Tahun Ang­garan (RPATA) yang telah disetujui Ke­menterian Keuangan.

“Selanjutnya mulai bulan Februari, su­dah ada alokasi SPHP beras untuk 2026 sebesar 1,5 juta ton sepanjang ta­hun ini. Jadi tidak ada jeda penyaluran be­ras SPHP untuk masyarakat. Bera SPHP senantiasa hadir bagi masyarakat In­donesia sebagai pilihan konsumsi de­ng­an harga yang terjangkau,” ujar Sarwo.

Dia menerangkan pemerintah me­lalui Bapanas bersama Perum Bulog me­mastikan ketersediaan pasokan beras SPHP dapat terjaga di berbagai lini pa­sar, sehingga dapat lebih mudah ditemui mas­yarakat.

Menurutnya konsistensi pen­ya­lur­an beras SPHP penting untuk stabilitas har­ga beras umum di pasaran.

Dalam Panel Harga Pangan Ba­pa­nas mulai terlihat pergerakan rata-rata har­ga beras medium secara nasional, mes­kipun masih berada tidak jauh dari Har­ga Eceran Tertinggi (HET).

Sarwo mengatakan berdasarkan pro­yeksi produksi beras bulanan na­si­o­nal yang makin tinggi saat panen raya. Oleh karena itu, pada momen itu SPHP akan disalurkan lebih selektif.

Hal itu, sambungnya, untuk mem­pengaruhi pergerakan harga menjadi lebih stabil

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Na­sional Tahun 2026 update per Janu­ari, produksi beras nasional di Januari da­pat berada di 1,79 juta ton dan Fe­b­ru­ari dapat mencapai 2,98 juta ton. Se­mentara puncak panen raya di­per­ki­ra­kan di Maret dan April yang dapat men­capai hingga 5 juta ton untuk ma­sing-masing bulannya.

Ia mengimbau masyarakat untuk men­coba mengkonsumsi beras SPHP. Ka­rena kualitas beras itu sejajar dengan be­ras medium yang ada di pasaran, de­ng­an harga lebih murah, sehingga bisa men­jangkau seluruh lapisan mas­ya­ra­kat. “Apabila mendapati beras SPHP ya­ng kualitasnya kurang sesuai, agar se­gera dilaporan untuk penggantian,” ujar dia. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper