
BANJARMASIN – Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan air yang masih menggenang, puluhan warga Pemurus Dalam turun melakukan aksi nyata.
Mereka saling bahu-membahu gotong royong membersihkan Sungai Saka Pangilun yang berlokasi di RT 27, Kelurahan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan.
Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR turut hadir langsung di lokasi untuk memastikan kelancaran aksi yang menjadi bagian dari normalisasi sungai tersebut, Rabu (14/01).
Diketahui, Sungai Saka Pangilun tersebut selama ini turut menjadi urat nadi drainase di kawasan Pemurus Dalam. Namun seiring berjalan waktu, tumpukan sampah dan sedimentasi yang tidak diperhatikan membuat aliran air meluap dan terhambat. Atas instruksi Wali Kota, aparatur perangkat daerah setempat bersama warga lantas berinisiatif melakukan pembersihan.
BPBD Kota Banjarmasin juga menerjunkan personel dan perahu fiber untuk menjangkau area sungai yang sulit di akses bersama partisipasi warga yang berasal dari sejumlah RT di antaranya RT 35, 50, 38, 5, 26, 8, 43, 9, 1, 31, 32, 25, 12, 45, dan RT 24, termasuk relawan damkar sekitar.
Wali Kota Yamin mengapresiasi keterlibatan semua pihak dan menegaskan pentingnya kolaborasi ini sebagai ruang aksi dan komitmen pemerintah bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.
“Kegiatan gotong royong seperti ini harus terus kita galakkan. Sungai adalah urat nadi kota, jika dijaga bersama, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti keberadaan infrastruktur dan penanda di sepanjang aliran sungai yang dinilai kurang representatif. Terlebih, usai didapati tanggul penahan sungai tersebut tidak sepenuhnya membentang sehingga menyebabkan luapan air meluber. Terkait hal itu, Yamin akan mengerahkan SKPD pengampu sekaligus berkonsultasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk mencari solusi terbaik.
Masih kata Yamin, sungai yang bersih tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga berperan besar dalam mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas hidup warga.
“Ini jadi perhatian kita untuk mencegah genangan di kawasan Mahantas. Saya minta seluruh stakeholder bersama warga agar terus siaga memfasilitasi gerakan swadaya seperti ini,” lugasnya lagi di sela-sela peninjauan.
Aksi gotong royong ini diharapkan dapat memicu kesadaran dan perilaku masyarakat secara kolektif, Wali Kota menekankan bahwa infrastruktur yang dibangun pemerintah tidak akan berjalan maksimal jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam merawat kebersihan sungai.via/rds

