Mata Banua Online
Senin, Januari 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Siasat Warteg Kala Bahan Makin Mahal

by Mata Banua
11 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2026\Januari\12 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg
PEDAGANG MAKANAN – Pelaku usaha makanan harus putar otak untuk menyiasati harga pangan yang terus naik.(foto:mb/web)

JAKARTA – Pemilik usaha warung te­gal (warteg) memutar otak untuk men­yi­asati kenaikan harga sejumlah ba­han pangan, mulai dari cabai, daging ayam, hingga daging sapi.

Berbagai strategi dilakukan demi bi­sa bertahan tanpa menaikkan harga se­cara signifikan dan menggerus cuan ha­rian.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\12 Januari 2026\7\7\adv bank kalsel.jpg

Bank Kalsel Gelar Ramah Tamah Bersama Pemkab HSU

11 Januari 2026
G:\2026\Januari\12 Januari 2026\7\7\22.jpg

Harga Emas Stabil

11 Januari 2026

Dewi, seorang penjual warteg di Jatiasih, Bekasi, mengaku saat harg ba­han pokok tertentu naik ia memilih un­tuk mengurangi porsi ke pe­la­ng­gan.

Misalnya, saat harga cabai naik di pe­riode Nataru, ia mengurangi pe­ng­gu­naan bahan tersebut dibandingkan ha­rus menaikkan harga.

“Kayak sambal tuh ya paling kita ka­sihnya agak dikurangin dikit biar bisa te­tap untung lah,” ungkap Dewi.

Namun, ketika harga ayam potong n­a­ik, ia merasa lebih baik menaikkan har­ga sedikit, yakni sebesar Rp1.000 un­tuk setiap potongnya. “Kalau ayam pas naik kemarin, ya mau enggak mau naikin harga seribu toh ya semoga pem­beli bisa paham,” ceritanya.

Hal senada juga dirasakan oleh Fitri seo­rang penjual warteg lainnya yang me­ngaku mengurangi bahan yang di­pa­kai ketika memasak.

“Paling kalau kayak lauk balado-ba­ladoan tuh kan pakai cabai. Nah itu jum­lah cabai yang dipakai saat me­ma­sa­k­dikurangi,” ujar Fitri saat ditemui se­cara terpisah.

Kendati demikian, ia men­yam­pai­kan tidak mengurangi jumlah porsi yang di­berikan kepada pelanggan.

Harga sejumlah bahan pokok di ti­ng­kat konsumen masih tinggi sejak pe­ri­ode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Na­taru).

Berdasarkan Panel Harga Pangan Ba­dan Pangan Nasional, Sabtu lalu Ayam ras menanjak pada Desember la­lu mencapai Rp42.449 per kg. Bulan anu­ari harganya Rp42.942 per kg. Be­gitu juga harga cabai rawit merah men­ca­pai Rp83.852 per kg. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper