Mata Banua Online
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Siasat Warteg Kala Bahan Makin Mahal

by Mata Banua
11 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2026\Januari\12 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg
PEDAGANG MAKANAN – Pelaku usaha makanan harus putar otak untuk menyiasati harga pangan yang terus naik.(foto:mb/web)

JAKARTA – Pemilik usaha warung te­gal (warteg) memutar otak untuk men­yi­asati kenaikan harga sejumlah ba­han pangan, mulai dari cabai, daging ayam, hingga daging sapi.

Berbagai strategi dilakukan demi bi­sa bertahan tanpa menaikkan harga se­cara signifikan dan menggerus cuan ha­rian.

Berita Lainnya

Otorita Siapkan Jalan Akses Utama KIPP IKN

Otorita Siapkan Jalan Akses Utama KIPP IKN

12 Februari 2026
Danantara Ambil Alih Proyek PLTSa Samarinda

Danantara Ambil Alih Proyek PLTSa Samarinda

12 Februari 2026

Dewi, seorang penjual warteg di Jatiasih, Bekasi, mengaku saat harg ba­han pokok tertentu naik ia memilih un­tuk mengurangi porsi ke pe­la­ng­gan.

Misalnya, saat harga cabai naik di pe­riode Nataru, ia mengurangi pe­ng­gu­naan bahan tersebut dibandingkan ha­rus menaikkan harga.

“Kayak sambal tuh ya paling kita ka­sihnya agak dikurangin dikit biar bisa te­tap untung lah,” ungkap Dewi.

Namun, ketika harga ayam potong n­a­ik, ia merasa lebih baik menaikkan har­ga sedikit, yakni sebesar Rp1.000 un­tuk setiap potongnya. “Kalau ayam pas naik kemarin, ya mau enggak mau naikin harga seribu toh ya semoga pem­beli bisa paham,” ceritanya.

Hal senada juga dirasakan oleh Fitri seo­rang penjual warteg lainnya yang me­ngaku mengurangi bahan yang di­pa­kai ketika memasak.

“Paling kalau kayak lauk balado-ba­ladoan tuh kan pakai cabai. Nah itu jum­lah cabai yang dipakai saat me­ma­sa­k­dikurangi,” ujar Fitri saat ditemui se­cara terpisah.

Kendati demikian, ia men­yam­pai­kan tidak mengurangi jumlah porsi yang di­berikan kepada pelanggan.

Harga sejumlah bahan pokok di ti­ng­kat konsumen masih tinggi sejak pe­ri­ode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Na­taru).

Berdasarkan Panel Harga Pangan Ba­dan Pangan Nasional, Sabtu lalu Ayam ras menanjak pada Desember la­lu mencapai Rp42.449 per kg. Bulan anu­ari harganya Rp42.942 per kg. Be­gitu juga harga cabai rawit merah men­ca­pai Rp83.852 per kg. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper