Mata Banua Online
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

2026, Tersedia Kuota 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis

by Mata Banua
5 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2025\2026\Januari\6 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (Bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Badan Pen­ye­le­ng­gara Jaminan Produk Halal (BPJP) resmi membuka kuota 1,35 juta Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) tahun 2026 bagi para pe­laku usaha mikro dan kecil (UMK) di seluruh Indonesia.

“Pegiat usaha mikro dan ke­cil sudah bisa kembali mendaftar pro­duknya untuk disertifikasi ha­lal secara gratis menggunakan kuo­ta sebanyak 1,35 juta ser­ti­fi­kat halal gratis yang kami si­ap­kan tahun ini,” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan da­lam keterangannya di Jakarta, Se­nin.

Berita Lainnya

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

12 Maret 2026
Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

12 Maret 2026

Haikal mengatakan pem­bu­ka­an kuota SEHATI tahun 2026 me­rupakan bagian dari keha­diran pemerintah dalam me­wu­jud­kan perlindungan bagi mas­ya­rakat atas ketersediaan produk halal.

Lebih lanjut, ia mengatakan upa­ya ini juga sebagai bentuk kemu­dahan bagi UMK dalam me­laksanakan sertifikasi halal pro­duknya, sehingga agar se­ma­kin berdaya saing dan kompetitif di pasaran, baik domestik mau­pun global.

“Sebagai afirmasi nyata pe­me­rintah bagi penguatan sektor UMK kita yang juga memiliki pe­ran penting bagi perekonomian na­sional kita,” kata Haikal.

Haikal menjelaskan kuota ser­tifikat halal gratis tersebut me­rupakan bentuk fasilitasi pe­me­rin­tah bagi pelaku UMK di se­lu­ruh Indonesia untuk mem­pe­ro­leh sertifikat halal melalui pen­dam­pingan sertifikasi halal de­ng­an skema pernyataan pelaku usa­ha atau self declare.

“Bagi UMK yang me­me­nu­hi kriteria sertifikasi halal self dec­lare, silahkan bersegera un­tuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar­nya.

Program SEHATI ini, lan­jut Babe Haikal, dipastikan mem­be­rikan sejumlah keun­tung­an bagi pelaku UMK dalam pro­ses sertifikasi halal. Pertama, UMK memperoleh kemudahan ka­rena mendapatkan pen­dam­pi­ng­an dari para Pendamping Pro­ses Produk Halal (P3H) yang sa­­at ini berjumlah lebih dari 111 ribu orang yang tersebar di se­lu­ruh wilayah Indonesia.

Kedua, pelaku UMK juga ti­dak perlu mengeluarkan biaya se­peserpun dari proses pe­ng­a­ju­an hingga memperoleh ser­ti­fi­kat halal. Melalui sertifikasi ha­lal gratis ini, para pelaku UMK juga menjadi lebih tertib ad­ministrasi dalam menjalankan usa­hanya.

Selanjutnya, dengan men­da­pat­kan sertifikat halal, maka pro­duk UMK memiliki nilai tambah (added value) secara ekonomi dan semakin berdaya saing di pa­saran, sehngga dapat me­m­per­luas pemasararannya dan m­en­i­n­­­gkatkan omzet usahanya.

“Dengan bersertifikat halal, ma­ka UMK kita menjadi lebih ter­tib halal, yang mana ini adalah kunci untuk kita menjadi pusat ha­lal dunia,” ujar Haikal. ant/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper