Mata Banua Online
Rabu, Februari 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

2026, Tersedia Kuota 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis

by Mata Banua
5 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2025\2026\Januari\6 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (Bawah).jpg
(foto:mb/web)

JAKARTA – Badan Pen­ye­le­ng­gara Jaminan Produk Halal (BPJP) resmi membuka kuota 1,35 juta Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) tahun 2026 bagi para pe­laku usaha mikro dan kecil (UMK) di seluruh Indonesia.

“Pegiat usaha mikro dan ke­cil sudah bisa kembali mendaftar pro­duknya untuk disertifikasi ha­lal secara gratis menggunakan kuo­ta sebanyak 1,35 juta ser­ti­fi­kat halal gratis yang kami si­ap­kan tahun ini,” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan da­lam keterangannya di Jakarta, Se­nin.

Berita Lainnya

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp3,06 Triliun

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp3,06 Triliun

17 Februari 2026
Devanka Aesthetic Clinic Luncurkan Teknologi Oligio X

Devanka Aesthetic Clinic Luncurkan Teknologi Oligio X

17 Februari 2026

Haikal mengatakan pem­bu­ka­an kuota SEHATI tahun 2026 me­rupakan bagian dari keha­diran pemerintah dalam me­wu­jud­kan perlindungan bagi mas­ya­rakat atas ketersediaan produk halal.

Lebih lanjut, ia mengatakan upa­ya ini juga sebagai bentuk kemu­dahan bagi UMK dalam me­laksanakan sertifikasi halal pro­duknya, sehingga agar se­ma­kin berdaya saing dan kompetitif di pasaran, baik domestik mau­pun global.

“Sebagai afirmasi nyata pe­me­rintah bagi penguatan sektor UMK kita yang juga memiliki pe­ran penting bagi perekonomian na­sional kita,” kata Haikal.

Haikal menjelaskan kuota ser­tifikat halal gratis tersebut me­rupakan bentuk fasilitasi pe­me­rin­tah bagi pelaku UMK di se­lu­ruh Indonesia untuk mem­pe­ro­leh sertifikat halal melalui pen­dam­pingan sertifikasi halal de­ng­an skema pernyataan pelaku usa­ha atau self declare.

“Bagi UMK yang me­me­nu­hi kriteria sertifikasi halal self dec­lare, silahkan bersegera un­tuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar­nya.

Program SEHATI ini, lan­jut Babe Haikal, dipastikan mem­be­rikan sejumlah keun­tung­an bagi pelaku UMK dalam pro­ses sertifikasi halal. Pertama, UMK memperoleh kemudahan ka­rena mendapatkan pen­dam­pi­ng­an dari para Pendamping Pro­ses Produk Halal (P3H) yang sa­­at ini berjumlah lebih dari 111 ribu orang yang tersebar di se­lu­ruh wilayah Indonesia.

Kedua, pelaku UMK juga ti­dak perlu mengeluarkan biaya se­peserpun dari proses pe­ng­a­ju­an hingga memperoleh ser­ti­fi­kat halal. Melalui sertifikasi ha­lal gratis ini, para pelaku UMK juga menjadi lebih tertib ad­ministrasi dalam menjalankan usa­hanya.

Selanjutnya, dengan men­da­pat­kan sertifikat halal, maka pro­duk UMK memiliki nilai tambah (added value) secara ekonomi dan semakin berdaya saing di pa­saran, sehngga dapat me­m­per­luas pemasararannya dan m­en­i­n­­­gkatkan omzet usahanya.

“Dengan bersertifikat halal, ma­ka UMK kita menjadi lebih ter­tib halal, yang mana ini adalah kunci untuk kita menjadi pusat ha­lal dunia,” ujar Haikal. ant/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper