Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemko Banjarmasin Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

by Mata Banua
10 Desember 2025
in Banjarmasin
0
D:\2025\Desember 2025\11 Desember 2025\5\hal 5\Apel gabungan pemko Banjarmasin dan personel damkar, BPBD dan unsur terkait untuk aiaga bencana.jpg
APEL gabungan Pemko Banjarmasin dan personel Damkar, BPBD dan unsur terkait untuk aiaga bencana.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim penghujan yang diperkirakan terus meningkat hingga akhir 2025.

Komitmen itu disampaikan Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR pada Apel Kesiapsiagaan yang digelar Rabu (10/12) di Halaman Balai Kota Banjarmasin, yang dihadiri oleh seluruh unsur pemerintah daerah, personel gabungan hingga perwakilan masyarakat.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Walikota Yamin menekankan apel ini menjadi langkah awal memperkuat kesiapan seluruh sektor dalam menghadapi ancaman banjir, rob, maupun genangan yang terus berulang setiap tahun. “Apel ini agar kita benar-benar menyiapkan diri dan menjaga kondisi kota. Seluruh SKPD, kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW harus berada dalam koordinasi yang sama,” ujarnya

Menurutnya, upaya pencegahan bencana harus sinergi perangkat pemerintah dan masyarakat. Inti ya juga perilaku kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Yang penting saat ini adalah menjaga saluran air, drainase, dan sungai. Saya mengajak seluruh warga Banjarmasin untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Kita sering menemukan penyumbatan aliran air yang justru disebabkan oleh sampah,” katanya.

Kepada dinas terkait terutama Dinas Lingkungan Hidup dan PUPR untuk mendata ulang titik-titik yang sebelumnya sering mengalami banjir. Pendataan itu menjadi dasar perbaikan teknis serta penentuan prioritas kerja selama musim hujan. “Tahun lalu kita punya beberapa titik rawan. Itu harus dipetakan ulang dan ditangani sebelum kondisi memburuk,” ucapnya.

Ditegaskannya, kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. “Bencana tidak bisa kita cegah, tetapi dampaknya bisa kita minimalisir. Yang penting semua bergerak cepat, terarah, dan tetap berkoordinasi. Pemerintah kota akan memastikan itu berjalan,” tutup Yamin.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan bahwa persoalan utama dalam penanganan banjir adalah belum sinkronnya sistem drainase dengan aliran sungai yang menjadi jalur utama pembuangan air. “Drainase itu sebenarnya harus terintegrasi dengan sungai sebagai drainase primer. Namun kenyataannya, banyak saluran yang tidak lagi tersambung karena perubahan kawasan atau tertutup bangunan,” tuturnya.

Menurutnya, beberapa area di Banjarmasin masih kerap tergenang akibat penyempitan dan penyumbatan aliran. Salah satu penyebab utama adalah bangunan warga yang berdiri di badan sungai maupun bantaran yang seharusnya steril dari pemukiman. “Banyak bangunan yang memakan badan sungai, termasuk jembatan yang posisinya terlalu rendah sehingga menghalangi aliran air. Ini yang membuat genangan sulit surut,” kata Suri.

Pihaknya juga akan merombak dan desain lagi masterplan drainase menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh. “Pak Wali meminta agar Detail Engineering Design (DED) drainase kita perbarui. Kota ini sebenarnya punya satuan wilayah pengendali yang harus terintegrasi, dan itu yang sekarang sedang kita evaluasi dan desain ulang,” jelasnya.

Selain itu, langkah mitigasi telah berjalan sebelum musim hujan tiba. Beberapa kawasan yang dianggap rawan sudah dibersihkan, dikeruk, dan disiapkan untuk mencegah genangan ekstrem. “Kami bersama TNI dan masyarakat sudah bergerak di sejumlah titik. Ada juga beberapa wilayah yang merupakan usulan warga dan saat ini sedang kami tindak lanjuti,” tambah Suri.

Selain itu, skema penanganan berbasis kawasan akan diterapkan sehingga setiap wilayah rawan memiliki strategi mitigasi yang lebih spesifik. “Arahan Pak Wali adalah agar setiap kawasan ditangani sesuai karakter masalahnya masing-masing. Itu yang sedang kami lakukan hingga akhir tahun,” imbuhnya. Via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper