
BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin harus selektif dalam penggunaan anggaran pendidikan di tahun anggaran 2026. Pasalnya, dinas ini juga terdampak pada pemangkasan anggaran akibat efesiensi anggaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan tahun 2026 Dinas Pendidikan hanya mendapatkan anggaran Rp600 miliar lebih dan mengalami pemangkasan 20 persen dari tahun sebelumnya. “Itu sudah semuanya, termasuk gaji guru, gaji PPPK yang baru dilantik, diklat dan lain-lain,” ujar Ryan, belum lama tadi.
Tentunya dengan sisa anggaran tersebut, ia dapat menghitung pembagian antara gaji guru dan perbaikan infrastruktur pendidikan.
“Sekitar Rp400 miliar dulu dihitung untuk gaji guru, belum lagi diklat dan gaji PPPK yang baru dilantik,” ujarnya.
Tentunya dengan anggaran sisa dari gaji itu digunakan untuk perbaikan total infrastruktur sekolah rusak. “Kemungkinan tidak bisa 10 atau 6 sekolah jika direhab total, paling akan dipilih 2 sekolah terparah dulu,” tuturnya.
Tidak hanya rehabilitasi total, fasilitas sekolah seperti meja kursi atau fasilitas penunjang lainnya harus dipenuhi karena juga mengalami kerusakan.
“Ada beberapa sekolah yang akan kita targetkan perbaikan total ini dengan desain baru dan pemenuhan fasilitas yang mendukung,” tuturnya.
Makanya pihaknya lebih memprioritaskan kondisi sekolah yang belum tersentuh perbaikan atau kondisinya cukup membahayakan bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran. Salah satu contoh SD pengambangan 8 dan 9 yang akan diregruping dan dibangun total serta SD pengambangan 10 yang rusak parah dan posisi sekolah yang rawan banjir. via

