
MARTAPURA – Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Yang meliputi unsur kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea mewakili Bupati Banjar, saat membuka Bimbingan Teknis Perhitungan Penilaian IPASN dan Teknik Penginputan Data Realisasi Pengembangan Kompetensi Teknis di lingkungan Pemkab Banjar.
Di depan para peserta bimtek yang diadakan di Aula BKPSDM Martapura, Rabu (3/12), Yudi menjelaskan, penilaian ini dilakukan secara berkala, melalui aplikasi terintegrasi dengan data kepegawaian.
Yudi menegaskan, pengukuran IPASN bertujuan mengetahui tingkat profesionalisme ASN, sekaligus mendukung penerapan sistem meritokrasi di setiap instansi pemerintah.
Ia menekankan, dimensi kompetensi memiliki bobot penilaian terbesar, sehingga memerlukan perhatian lebih serius dari para ASN.
Oleh karena itu, pengukuran Indeks Profesionalitas ASN sangat penting sebagai dasar penerapan sistem merit yang adil. Kompetensi, kinerja dan disiplin menjadi faktor utama dalam manajemen karir ASN.
“Hasil pengukuran ini menjadi gambaran tingkat profesionalitas aparatur di setiap unit kerja,” ujarnya.
Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarbaru Bajoe Loedi Hargono, selaku narasumber bimtek menjelaskan, hasil pemetaan profesionalitas ASN nantinya digunakan sebagai dasar mutasi, rotasi dan promosi pegawai di Kabupaten Banjar.
Ia juga memperkenalkan sistem manajemen talenta terbaru, yang diharapkan dapat memperkuat pengembangan potensi ASN.
“Harapannya, profesionalisme dan kualitas SDM ASN di Kabupaten Banjar semakin meningkat. Jumlah SDM sebenarnya sudah cukup, hanya perlu penguatan potensi,” ucapnya. ril/dio

