
BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan dijadikan sebagai tempat uji kompetensi kebencanaan wilayah Kalimantan.
“BPBD Kalsel ditunjuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi tenaga kebencanaan wilayah Kalimantan,” ucap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Provinsi Kalsel Bambang Dedi Mulyadi, Minggu (30/11).
Menurutnya, ditunjuknya Kalsel sebagai tempat pelaksanaaan uji kompetensi tenaga kebencanaan bukan tanpa alasan, karena di BPBD Kalsel kini telah memiliki tenaga kebencanaan bersertifikasi ASEAN.
“Dengan adanya tambahan 17 tenaga kebencanaan pada BPBD Kalsel, maka kini BPBD Provinsi Kalsel memiliki 47 orang tenaga kebencanaan yang telah memiliki kompetensi,” katanya.
Bambang menyebutkan, dengan ditetapkannya BPBD Provinsi Kalsel sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi tenaga kebencanaan, maka BPBD memfasilitasi setiap perusahaan atau instansi pemerintah di wilayah Kalimantan.
Selain memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, BPBD Kalsel juga akan terus melengkapi sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
Tahun ini, lanjut Bambang, BPBD Provinsi Kalsel mendapat satu mobil tangki air yang akan dimanfaatkan untuk membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang mengalami bencana kekeringan.
Selain itu, pihaknya juga mendapat satu mobil toilet portable dalam rangka membantu masyarakat di lokasi bencana. Untuk tahun 2026, BPBD juga sudah mengusulkan mobil edukasi bencana dan telah mendapat respons dari DPRD.
“Jika mobil edukasi bencana tersebut terealisasi, maka BPBD Kalsel akan semakin masif menyosialisasikan mitigasi bencana di banua,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini untuk melakukan sosialisasi dan mitigasi bencana, pihaknya melakukan melalui kader posyandu yang tersebar hingga pelosok desa.
“Kita berharap melalui sosialisasi mitigasi bencana yang semakin masif hingga pelosok akan mampu minimal meminimalisir resiko bencana di Kalsel di masa mendatang,” pungkasnya. ani

