
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengimbau warga setempat mewaspadai penyebaran penyakit leptospirosis yang bersumber dari kencing tikus.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan di Banjarmasin, Minggu, menjelaskan kondisi daerah yang sering mengalami genangan akibat hujan dan rob memungkinkan bakteri dari kencing tikus membawa penyakit bagi masyarakat.
“Dibandingkan penyakit kulit dan kutu air, diimbau warga untuk lebih waspada terhadap kencing tikus ini. Sebab, khawatirnya luapan air banjir sudah tercemar,” ujarnya.
Gejala awal penyakit ini, kata dia, menyerupai demam biasa, seperti sakit kepala, mual, muntah, hingga kemerahan pada kulit.
Dia meminta masyarakat lebih teliti mengenali tandanya, terutama jika keluhan berlangsung lebih dari tiga hari.
Jika tidak segera tertangani, akibatnya dapat berkembang menjadi kondisi berat yang menyerang organ vital, seperti hati dan ginjal. Dalam kasus tertentu, penyakit ini bahkan bisa berakibat fatal.
“Jika selama tiga hingga lima hari gejalanya tidak membaik, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat. Supaya bisa tertangani dengan cepat,” ujarnya.
Hingga kini, Ramadhan mengakui belum terdeteksi masyarakat yang mengalami penyakit ini, namun kewaspadaan harus ditingkatkan lebih dini, termasuk kesiapan tempat layanan kesehatan untuk menghadapi kasus tersebut.
Kondisi yang perlu diwaspadai masyarakat juga pada musim penghujan dan rob ini, yakni penyakit kulit dan kutu air.
“Laporan pasien penyakit kulit dan kutu air dari seluruh fasilitas kesehatan di Banjarmasin hingga kini masih dalam kategori normal. Kondisi ini terjadi karena musim hujan baru memasuki awal dan frekuensi banjir rob belum terlalu sering,” ujarnya.
Anggota DPRD Kota Banjarmasin Ahmad Husaini mengapresiasi kewaspadaan dini atas penyakit dari kencing tikus yang dilakukan pemerintah kota setempat yang tentunya harus segera disampaikan secara luas ke masyarakat.
“Masalah kesehatan ini memang kita harus cepat menyampaikan ke masyarakat, ini sebagai bentuk pencegahan lebih dini,” ujarnya.
Dia berharap, penanganan penyakit akibat banjir di daerah ini menjadi perhatian khusus, utamanya di daerah padat penduduk yang sering banjir, baik saat hujan maupun air pasang.
“Dinkes harus sering turun ke lapangan ke daerah rawan banjir,” ujar Husaini yang Anggota Komisi IV DPRD mitra Dinkes Banjarmasin itu. ant

