
BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di lingkup kota ini, Selasa (18/11).
Peran PSM sebagai inisiator, motivator serta fasilitator menjadi garda terdepan relawan sosial dalam penanganan masalah sosial di kota ini
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda saat menjadi narasumber bersama Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kalsel.
Ananda mengatakan peran vital PSM sudah banyak membantu masyarakat. Perannya pun diperkuat lagi dengan memberikan bimtek ini sebagai peningkatan wawasan, kapasitas PSM.
“Setiap perhatian, cinta, titik peluh yang buhan pian berikan yang terbaik itu akan kembali kepada buhan pian dari sisi yang tidak terduga dan lebih besar,” ujar Ananda.
Ia mengingatkan bahwa PSM merupakan perpanjangan tangan resmi dari Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menghimpun segala kasus dan isu realita sosial masyarakat langsung di lapangan.
“Ulun pesan lawan buhan pian (PSM, red) jangan pernah stop melakukan kebaikan, bekerja tulus dari hati,” harapnya.
Ananda menambahkan, kerja keras PSM dapat menghadirkan output yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kota Banjarmasin yang inklusif.
Sementara, Kabid Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinsos Banjarmasin, Amrullah menjelaskan, bimtek ini untuk meningkatkan kompetensi dan implementasi seorang PSM di kota Banjarmasin.
“Kita ingin mereka sebagai seorang Pekerja Sosial Masyarakat bisa meningkatkan kompetensi dan implementasinya sebagai garda relawan sosial di masyarakat. Bagaimanapun kita perlu sinergi mereka sebagai jembatan masyarakat dan pemerintah dalam pelaksanaan program pemberdayaan sosial,” jelas Amrullah.
PSM sebagai mitra strategis Dinsos dalam mencapai program-program kesejahteraan sosial.
Salah seorang PSM Kota Banjarmasin, Herman turut menuturkan pengalaman dan sepak terjangnya selama hampir 30 tahun mengabdikan diri. Dirinya berbagi suka, duka, dan cita yang telah dilewatinya sebagai garda terdepan Pekerja Sosial Masyarakat.
“Macam-macam, mulai dari kasus penanganan orang tidak mampu, hingga program rehab rumah, dan pendampingan lansia. Ini semua tentu tak lepas dari sinergi Dinsos,” ungkapnya.
Ia mengatakan, ini merupakan bagian dari ikhtiar dan dedikasi untuk kemaslahatan orang banyak. “Kami sadari bahwa ini semua sudah menjadi bagian dari tugas kita untuk membantu orang yang tidak mampu,” tutup Herman. via

