Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Distribusi Tersendat,Stok Beras Terancam Rusak

by Mata Banua
4 November 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Pengamat menyoroti distribusi be­ras yang tersendat di tengah lonjakan produksi be­ras dalam negeri yang diperkirakan men­ca­pai 34,77 juta ton hingga akhir 2025. Bahkan, stok di gudang Bulog berisiko enumpuk dan me­ngalami penurunan mutu.

Pengamat Pertanian dari Cen­ter of Reform on Economics (Co­re) Indonesia Eliza Mardian me­ng­atakan kapasitas maksimal gu­dang Bulog hanya 3 juta ton, se­men­tara stok beras saat ini men­ca­pai 3,9 juta ton.

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Minat Terbang Masyarakat Diprediksi Turun

8 April 2026
Beras, Telur, Ayam Ras dan Jagung Capai Swasembada

Beras, Telur, Ayam Ras dan Jagung Capai Swasembada

8 April 2026

Menurut Eliza, kapasitas pen­yimpanan maksimal 3 juta ton tersebut membuat Bulog ha­rus menggandeng gudang lain mi­lik kementerian/lembaga yang fa­si­litasnya bervariasi. Namun, kon­disi ini menyebabkan kualitas be­ras yang disimpan menjadi ti­dak seragam. “Perlu dilakukan pe­mantauan berkala untuk men­ya­lurkan beras. Selain itu ma­na­je­men stoknya pun harus di­per­ba­iki. Jangan sampai yang awal ma­suk malah jadi yang terakhir ke­luar karena ketumpuk terus,” ujar Eliza.

Menurut Eliza, gudang yang di­gunakan untuk menyimpan ca­da­ngan beras pemerintah (CBP) ha­rus memenuhi standar ope­ra­si­onal prosedur (SOP), mulai dari in­frastruktur hingga pe­me­li­ha­ra­an. Selain itu, juga perlu adanya pe­mantauan berkala dan mana­je­men stok yang tepat agar beras te­tap layak dikonsumsi.

Di samping itu, Eliza menilai mes­ki ada penyemprotan untuk men­cegah kutu dan jamur, tin­dak­an ini tidak dapat menjangkau se­luruh tumpukan beras, se­hi­ng­ga tata letak gudang perlu diatur ula­ng agar sirkulasi setiap karung be­ras baik, kualitas tetap terjaga, dan distribusi lebih mudah.

Pasalnya, sambung dia, jika be­ras menumpuk terlalu lama di­sim­pan di gudang, maka akan m­e­ngalami penurunan mutu dan ti­dak layak dikonsumsi manusia. Adapun jika beras rusak, al­ter­natif yang bisa dilakukan adalah m­e­ngalihkannya menjadi pakan ter­nak, sehingga kerugian ang­gar­an pendapatan dan belanja ne­ga­ra (APBN) bisa diminimalkan. Di sisi lain, Eliza menyatakan stok beras tinggi tidak menjadi ma­salah selama penyaluran dila­ku­kan masif.

Saat ini, dari total 3,9 juta ton, 3,2 juta ton merupakan pen­ye­rapan dalam negeri, sedangkan si­sanya adalah limpahan stok ta­hun sebelumnya. Komposisi CBP sempat didominasi beras im­por dengan pasokan mencapai 80%, tetapi beras produksi da­lam negeri kini berkontribusi 100% pada stok yang dikelola pe­me­rintah.

Selain itu, harga pembelian ga­bah kini dibanderol R6.500 per kilogram.

Kendati demikian, Eliza men­yoroti beberapa hambatan da­lam pendistribusian beras. Per­ta­ma, kemasan beras stabilisasi pa­sokan dan harga pangan (SPHP) 5 kilogram dinilai terlalu be­rat bagi masyarakat ber­pe­ng­ha­silan rendah, sehingga pe­me­rin­tah perlu menyediakan ke­mas­an lebih kecil, sekitar 1 kilogram.

Kedua, digitalisasi penebusan me­lalui aplikasi klik SPHP juga be­lum merata di kalangan pe­da­ga­ng, sehingga perlu transisi ber­ta­hap, pelatihan, pendampingan, dan mekanisme manual. Ketiga, pen­yaluran berbasis mobil ke­li­ling menjadi alternatif untuk men­de­kati titik-titik masyarakat me­ne­ngah ke bawah yang belanja ha­rian. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper