Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kemenag Batola Sikapi Dugaan Munculnya Organisasi Khilafah

by Mata Banua
2 November 2025
in Banjarmasin
0
D:\2025\November 2025\3 November 2025 2025\5\hal 5\cs.jpg
KEPALA Kantor Kemenag Batola Anwar Hadimi memberikan keterangan terkait isu munculnya ajaran khilafah di Barito Kuala, Jumat (31/10). (Foto:mb/ant/dok pri)

BARITO KUALA – Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) menyikapi dengan tegas dugaan munculnya organisasi terlarang ajaran khilafah yang menyebar di sejumlah titik belakangan ini.

Kepala Kantor Kemenag Batola Anwar Hadimi di Batola, Jumat, mengatakan belakangan ini pihaknya menerima sejumlah aduan ada beberapa titik yang menjadi titik aktivitas dari organisasi itu.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

“Kami melakukan pengawasan bersama Polri dan TNI, utamanya ke lembaga pendidikan,” ujar dia.

Anwar menegaskan bahwa pemerintah daerah setempat menolak ajaran khilafah yang ingin mendirikan negara Islam itu karena dinilai bertentangan dengan ideologi Pancasila.

“Kami berkeliling ke madrasah dan KUA untuk menyerukan NKRI harga mati melalui moderasi beragama, khususnya di pesantren. Kami berkunjung dan memberikan pencerahan tentang pentingnya kesetiaan terhadap bangsa dan negara,” tuturnya.

Anwar menjelaskan pengawasan di lembaga pendidikan pesantren dan madrasah sangat penting, karena jumlah lembaga pendidikan itu terbilang cukup banyak, yakni 23 pesantren, 21 madrasah negeri, dan 72 madrasah swasta.

Bahkan, pihaknya rutin menggelar apel di pesantren setiap bulan dengan menyampaikan pesan cinta tanah air.

Anwar memastikan para pemangku kepentingan akan terus memperkuat pengawasan terutama di titik-titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas organisasi terlarang itu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Batola Lulut Widiyanto Putro mengatakan pengawasan serupa juga dilakukan di lingkungan pendidikan umum.

Lulut menegaskan pihaknya memiliki guru-guru agama yang bertanggung jawab dalam pengajaran agama.

Ia pun mengimbau masyarakat jika menemukan adanya penyimpangan ajaran, segera melapor ke Disdik untuk dikoordinasikan bersama Majelis Ulama Islam (MUI) Batola.

“Jika ada lembaga atau tenaga pendidik yang terbukti menyebarkan ajaran menyimpang, kami mengedepankan pembinaan terlebih dahulu,” ujar Lulut.

Setelah isu ini muncul, spanduk penolakan ajaran khilafah terlihat di sejumlah titik seperti di pertigaan Jalan Banjarmasin–Marabahan dan H.M. Yunus Kecamatan Rantau Badauh, Jalan Bahaudin Musa dekat Jembatan Rumpiang, serta beberapa ruas jalan lain di kabupaten setempat. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper