Mata Banua Online
Sabtu, April 4, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Barcelona Diminta Ganti Formasi Usai Dihajar Real Madrid di El Clasico

by Mata Banua
29 Oktober 2025
in Olahraga
0
D:\2025\Oktober 2025\30 Oktober 2025\9\Olahraga Kamis\barcelona.jpg
Hansi Flick disarankan ubah taktik Barcelona usai kalah dari Real Madrid.(foto:mb/web)

Jakarta – Mantan pelatih Barcelona Carles Rexach menyarankan agar Hansi Flick mengganti formasi tim Catalunya usai kalah 1-2 dari Real Madrid di El Clasico, Minggu (26/10).

Barcelona kini tengah menjadi sorotan usai kekalahan dari Real Madrid pada laga El Clasico. Hasil itu membuat sang juara bertahan La Liga tertinggal lima poin dari rival abadinya di puncak klasemen.

Berita Lainnya

Indonesia Kalah dari Bulgaria di FIFA Series

Indonesia Kalah dari Bulgaria di FIFA Series

31 Maret 2026
Timnas Spanyol Favorit Juara Piala Dunia

Timnas Spanyol Favorit Juara Piala Dunia

31 Maret 2026

Penampilan Barcelona kembali dipertanyakan dengan banyak pihak menilai tim Catalunya tersebut belum menemukan performa terbaiknya musim ini. Meski badai cedera turut memengaruhi konsistensi tim, sejumlah suara kini menyerukan agar Flick segera melakukan perubahan taktik.

Salah satu yang angkat bicara adalah mantan pelatih dan pemain Barcelona, Carles Rexach. Dalam kolomnya di Mundo Deportivo, Rexach menilai bahwa sudah saatnya Barca meninggalkan formasi sekarang yaitu 4-3-3 dan beralih ke 4-4-2 dengan pola berlian di lini tengah.

“Saya pikir mereka ingin menekan lini depan, tetapi mereka tidak melakukannya dengan cukup baik. Selain lini depan, perlu ada jarak yang wajar antar lini, sekitar 10 meter. Jika tidak, yang terjadi adalah celah besar di belakang, dan Madrid memanfaatkannya karena jarak itu terlalu besar,” tulis Rexach dikutip dari Barca Blaugrana.

Rexach menambahkan bahwa formasi 4-4-2 akan memberikan keseimbangan yang lebih baik di lini tengah, sesuatu yang menurutnya sangat kurang dalam laga El Clasico kemarin.

“Sekarang, ketika Barça kehilangan bola di lini tengah, peluang mereka sangat kecil. Di laga Clásico, mereka beruntung karena ada keputusan offside; kalau tidak, mereka akan kebobolan lagi,” ucap Rexach.

Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada jumlah pemain bertahan, tetapi pada penempatan posisi dan jarak antar pemain.

“Mereka menekan dengan keras, tetapi terlalu jauh dari pertahanan. Dengan Real Madrid yang kuat di depan, mereka tinggal memainkan umpan panjang dan selesai. Ini bukan soal menambah bek, tapi soal menempatkan diri dengan benar. Agar rekan setim bisa membantu, mereka harus berada dekat satu sama lain,” kata Rexach.

Rexach juga menyoroti bagaimana Real Madrid sukses mengeksploitasi ruang di belakang Pedri, yang menurutnya menjadi titik lemah Barcelona di pertandingan itu.

“Madrid menempatkan pemain di belakang Pedri, dan itu memengaruhi permainan Barca secara keseluruhan,” ujar Rexach. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper