
BANJARMASIN – Puluhan siswa SMPN 33 Kota Banjarmasin dilarikan ke Puskesmas Basirih Baru, Kecamatan Banjarmasin Barat, setelah mengeluhkan pusing dan mual, Selasa (21/10) siang. Bahkan ada beberapa siswa mengalami muntah-muntah, sakit perut hingga diare.
Salah seorang siswa, Fatimah mengaku gejala sudah dirasa pada malam harinya setelah mengonsumsi MBG di sekolah pada Senin (20/10). Ia merasakan mual-mual disertai sakit perut.
“Dan hari ini gejala itu makin parah hingga lemas. Kemarin MBG lauknya ayam asam manis,” tutur Fatimah.
Sementara, Kepala Puskesmas Basirih Baru, Sismiyanti mengatakan dugaan keracunan yang terjadi pada puluhan siswa SMPN 33 Kota Banjarmasin belum bisa dipastikan.
Namun, rata-rata siswa mengalami keluhan sakit perut, mual, muntah hingga diare seperti gejala umum keracunan.
Kalaupun keracunan, dugaan MBG yang dikonsumsi kemarin, menurutnya, tetap tak bisa dipastikan menjadi penyebab, sebelum diselidiki lebih lanjut.
“Kami belum bisa menyatakan dugaan keracunan, karena perlu pemeriksaan lebih lanjut dan kita sudah ambil beberapa sampel MBG,” ungkap Sismiyanti.
Saat ini, lanjut Sismiyanti, puskesmas fokus memberikan penanganan terhadap siswa dilarikan agar pulih kembali.
Selama pemeriksaan, ada sejumlah siswa yang sempat mengalami diare beberapa kali. Namun setelah diobservasi kurang lebih 30 menit dan kondisinya sudah membaik.
“Alhamdulillah aman, setelah kita periksa dan observasi, rata-rata siswa sudah bisa dipulangkan. Bahkan ada yang kembali bersekolah lagi dan tetap kami pantau kondisinya di sekolah,” ujarnya.
Adapun siswa yang dilarikan ke puskesmas ada sekitar 30 lebih dan hingga saat ini jumlah terus bertambah. Seiring siswa terus berdatangan ke Puskesmas Basirih Baru.
Kabar ini terdengar oleh Walikota Banjarmasin, H Muhammad Yamin yang langsung menjenguk para siswa di puskesmas setempat. Ia juga memastikan seluruh siswa tersebut langsung mendapatkan penanganan segera.
“Alhamdulillah, semuanya sudah diberi obat dan vitamin. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan, karena belum tentu ini keracunan dari MBG,” jelas Yamin.
Dirinya meminta laporan dari dokter yang memeriksa siswa serta mendengarkan kronologi beberapa anak terkait makanan terakhir yang mereka konsumsi.
“Kita tidak tahu pasti anak-anak ini makan apa pagi tadi. Jadi belum bisa langsung dikaitkan dengan MBG,” jelasnya.
Untuk memastikan penyebab sebenarnya, Walikota Banjarmasin telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan investigasi menyeluruh. Pemerintah juga berencana memanggil pihak penyedia makanan MBG serta guru pengawas di sekolah untuk dimintai keterangan.
“Pihak sekolah dan guru harus jadi pengawas pertama yang menjamin keamanan makanan. Kami juga minta penyedia MBG lebih disiplin dalam penyajian, jangan mengerjakan malam untuk disajikan besok siang,” tegas Yamin.
Yamin menegaskan, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarmasin untuk sementara dihentikan hingga hasil uji laboratorium resmi keluar. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak ada kasus serupa terulang di sekolah lain.
“Hari ini memang belum dibagikan karena ada yang sakit perut. Kami tunggu hasil uji klinis dulu sebelum dilanjutkan,” tutupnya.
Bagi Yamin, program MBG tetap menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kualitas belajar siswa. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak merupakan prioritas utama daripada target program. via

