
BANJARMASIN – Dandim 1007/Banjarmasin Letkol CZI Slamet Riyadi bersama Pemko Banjarmasin secara simbolis meletakkan bersama batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih di kawasan Bumi Lingkar Basirih Permai, Jalan Garuda, Kelurahan Kelayan Selatan, Banjarmasin Selatan, Jumat (17/10).
Momentum tersebut merupakan bagian dari pembangunan fisik koperasi yang mencakup gerai, pergudangan, serta fasilitas pendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP), yang menjadi langkah awal menuju target nasional sebanyak 800 unit KKMP.
Dandim 1007 Letkol CZI Slamet Riyadi mengungkapkan, di Banjarmasin didirikan 52 titik rencana pembangunan KKMP, namun untuk tahap awal hanya dua yang dibangun, yakni di Basirih Permai dan Sungai Lulut.
“Untuk sekarang kita siapkan dua lokasi yang segera dibangun, satu lagi cadangan. Total nanti di Banjarmasin ada 52 titik KKMP. Ini bagian dari program ekonomi kerakyatan yang dicanangkan oleh Bapak Rakuwo,” katanya.
Ia menuturkan, bangunan KKMP nantinya akan menyerupai minimarket modern, dengan kebutuhan lahan sekitar 1.000 meter persegi per unit yang sebagian besar berasal dari aset Pemerintah Kota Banjarmasin
“Sebenarnya koperasi di sini sudah berjalan, hanya saja masih menumpang di kantor kelurahan. Dengan adanya bangunan permanen, operasionalnya akan lebih mandiri,” tambahnya.
Sementara, Plt Asisten III Setdako Banjarmasin, Jefrie Fransyah, menilai program Koperasi Merah Putih merupakan langkah awal penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
“Kali ini dilaksanakan di daerah Bajang, dan ke depannya pasti akan ada beberapa lagi. Ini merupakan perjalanan awal, kalau ini sukses, kelurahan lain tentu akan menyusul,” ujarnya.
Keberadaan koperasi ini, lanjutnya, menjadi contoh nyata bagaimana lembaga ekonomi rakyat dapat merepresentasikan semangat Pancasila, sekaligus mendukung kebijakan pusat yang terintegrasi.
“Saya pikir ini salah satu contoh kebijakan yang terintegrasi. Ada program PBG di pusat, dan nanti bisa bersinergi dengan koperasi ini dalam rantai ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Jefrie menambahkan, Pemko Banjarmasin terus berkomitmen memfasilitasi pendirian koperasi di seluruh kelurahan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Targetnya ada 52 kelurahan. Lokasi seperti di Basirih ini adalah contoh lokasi strategis, karena dalam memilih tempat, kita juga harus berpikir layaknya berbisnis, melihat akses, jumlah kendaraan yang lewat, dan potensi masyarakat yang memanfaatkan koperasi,” jelasnya.
Jefrie menyebutkan, pembangunan KKMP di Banjarmasin didukung oleh anggaran murni APBN, dengan pengawasan bersama antara pemerintah daerah dan Kodim 1007/Banjarmasin.
“Harapannya, koperasi ini bisa berdiri kuat dan dimanfaatkan masyarakat, sehingga benar-benar menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi rakyat,” tutupnya. via

