
BANJARBARU – Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan pendidikan dan pelatihan serentak bagi pencari kerja se-Kota Banjarbaru, di aula dinas setempat, pada Senin pagi.
Kegiatan pelatihan serentak itu dibuka secara resmi oleh Asisten III Setdako Banjarbaru Rahmah Khairita yang mewakili Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.
Rahmah Khairita saat membuka pelatihan itu, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan vokasi ini.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah nyata untuk menekan angka pengangguran terbuka di Banjarbaru yang saat ini masih cukup tinggi, yakni 4,93 persen.
“Kegiatan pelatihan seperti ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Banjarbaru, sekaligus membangun sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa tantangan dunia kerja dan perekonomian saat ini menuntut peningkatan keterampilan teknis dan sikap profesional dari setiap individu. Karena itu, pelatihan vokasi dan keterampilan seperti ini sangat relevan bagi pencari kerja, wirausaha muda, maupun pelaku UMKM agar lebih siap bersaing dan mandiri secara ekonomi.
“Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan disiplin. Jadikan pengalaman dari para instruktur sebagai langkah awal untuk membuka peluang kerja, bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru Sartono menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti 131 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas pelatihan berbasis kompetensi dan vokasi.
Jenis pelatihan yang dilaksanakan meliputi pelatihan security, pelatihan tata rias, pelatihan komputer sesain grafis, pelatihan operator alat berat (Eskavator), pelatihan housekeeping (Cleaning Service), pelatihan montir roda dua, pelatihan tata boga, pelatihan perawatan AC, pelatihan bubut.
Sartono berharap, setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat memiliki kompetensi dan kualifikasi yang diakui, sehingga mampu terserap di dunia kerja atau membuka peluang usaha baru.
“Dari hampir 600 pendaftar, hanya 131 peserta yang lolos seleksi. Dan selamat kepada yang terpilih, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujarnya. ant
Pencari Kerja Diberi Pelatihan Serentak

BANJARBARU – Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan pendidikan dan pelatihan serentak bagi pencari kerja se-Kota Banjarbaru, di aula dinas setempat, pada Senin pagi.
Kegiatan pelatihan serentak itu dibuka secara resmi oleh Asisten III Setdako Banjarbaru Rahmah Khairita yang mewakili Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.
Rahmah Khairita saat membuka pelatihan itu, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan vokasi ini.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah nyata untuk menekan angka pengangguran terbuka di Banjarbaru yang saat ini masih cukup tinggi, yakni 4,93 persen.
“Kegiatan pelatihan seperti ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Banjarbaru, sekaligus membangun sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa tantangan dunia kerja dan perekonomian saat ini menuntut peningkatan keterampilan teknis dan sikap profesional dari setiap individu. Karena itu, pelatihan vokasi dan keterampilan seperti ini sangat relevan bagi pencari kerja, wirausaha muda, maupun pelaku UMKM agar lebih siap bersaing dan mandiri secara ekonomi.
“Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan disiplin. Jadikan pengalaman dari para instruktur sebagai langkah awal untuk membuka peluang kerja, bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru Sartono menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti 131 peserta yang terbagi dalam sembilan kelas pelatihan berbasis kompetensi dan vokasi.
Jenis pelatihan yang dilaksanakan meliputi pelatihan security, pelatihan tata rias, pelatihan komputer sesain grafis, pelatihan operator alat berat (Eskavator), pelatihan housekeeping (Cleaning Service), pelatihan montir roda dua, pelatihan tata boga, pelatihan perawatan AC, pelatihan bubut.
Sartono berharap, setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat memiliki kompetensi dan kualifikasi yang diakui, sehingga mampu terserap di dunia kerja atau membuka peluang usaha baru.
“Dari hampir 600 pendaftar, hanya 131 peserta yang lolos seleksi. Dan selamat kepada yang terpilih, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujarnya. ant

