Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota Minta TP3S Komitmen Jalankan 6 Poin

Angka Stunting di Banjarmasin Masih 26,5 Persen

by Mata Banua
7 Oktober 2025
in Banjarmasin
0
D:\2025\Oktober 2025\8 Oktober 2025\5\HAL 5\Walikota HM.Yamin dengan jajafan lintas sektor melakukan aksi konvergensi untuk penanganan stunting.jpg
WALIKOTA Banjarmasin HMYamin bersaman jajaran lintas sektor melakukan aksi konvergensi untuk penanganan stunting.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Berdasarkan hasil evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, angka prevalensi stunting di Kota Banjarmasin tahun 2024 masih berada di angka 26,5 persen.

Angka ini menjadi perhatian serius Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin dan jajaran terkait. Mereka pun mengerahkan segala upaya agar angka persentase bisa turun ataupun menjadi nol persen.

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Yamin mengatakan, aksi konvergensi ini penting dan strategis karena untuk mempercepat penurunan stunting di Banjarmasin.

“Angka (26, 5 persen) ini menjadi tantangan serius karena turut memengaruhi nilai SAKIP Pemerintah Kota Banjarmasin, serta menggambarkan efektivitas kinerja lintas sektor dalam menekan angka stunting,” katanya pada Pertemuan Aksi Konvergensi Percepatan, Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kota Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (6/10).

Ia pun menegaskan langka strategis yang disepakati bersama, yakni agar seluruh kelurahan untuk mengaktifkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) dan memastikan kegiatan pencegahan berjalan di wilayah masing-masing tanpa terkecuali.

Kemudian, lanjut Yamin, memiliki pedoman serta jadwal monitoring dan evaluasi secara rutin, serta laporan rutin. Penguatan koordinasi lintas sektor melalui penguatan forum TP3S.

Selanjutnya, perlu dukungan anggaran yang memadai, hingga meningkatkan kapasitas kader Posyandu, memastikan insentif tersedia, serta melibatkan CSR perusahaan.

“Sebab, penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor, seperti pendidikan, sosial, pekerjaan umum, ketahanan pangan dan lingkungan hidup sehingga bisa berhasil,” katanya.

Ia menambahkan, upaya menurunkan angka stunting bukan hanya untuk memperbaiki kondisi kesehatan anak-anak, tetapi juga untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper