
BANJARMASIN – Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda resmi menutup gelaran pameran Bamara Fair 2025, Selasa (30/9) di halaman eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.
Ajang yang menghadirkan promosi produk unggulan UMKM dan IKM, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Selama empat hari dibuka mulai pagi hingga malam, Bamara Fair membuahkan hasil yang memuaskan bagi pemerintah kota, UMKM,IKM dan masyarakat.
“Empat hari pelaksanaan Bamara Fair 2025 kita jalani dengan penuh semangat. Hasil atau omset Bamara Fair yang dicapai sangat memuaskan,” tutur Ananda.
Dari ribuan pengunjung yang antusias berburu barang olahan kerajinan tangan UMKM ini berhasil mengumpulkan omset hingga mencapai Rp 600 jutaan.
” Bukti bahwa UMKM kita punya daya tarik, daya saing, dan potensi besar untuk terus berkembang,” tuturnya
Melalui Bamara Fair, lanjut Nanda, sebagai upaya pengendalian inflasi daerah dengan mnghadirkan pasar murah. Selain itu, adanya partisipasi Dekranasda se-Kalsel, dunia pendidikan, komunitas, hingga perbankan menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor.
“Kami harap Bamara Fair ke depan bisa semakin mendorong kreativitas dan inovasi pelaku UMKM. Tidak hanya soal penjualan, tapi juga bagaimana produk kita bisa menembus pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, ada 138 stan IKM dan UMKM binaan Disperdagin dan Dinas Koperasi serta 28 stand pelayanan pemko, pemprov, dan BUMN.
” Kalau sampai tadi malam sudah mencapai Rp 579.615.240 dan untuk hasil akhir siang ini belum terhitung. Prediksi masih transaksi bisa mencapai Rp600 jutaan,” katanya. via

