Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Timnas Italia Takut Dihukum FIFA Kalau Boikot Israel

by Mata Banua
24 September 2025
in Olahraga
0
D:\2025\September 2025\25 September 2025\9\Olahraga Kamis\timnas.jpg
Takut – Timnas Italia takut dihukum karena boikot Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026.(foto:mb/web)

Jakarta – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) takut timnas Italia dihukum FIFA dan UEFA jika melakukan boikot terhadap Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Akan menjadi kesalahan besar jika kita berpikir bisa memboikot pertandingan melawan Israel,” kata Presiden FIGC, Gabriele Gravina, dikutip dari Football Italia, Selasa (23/9).

Berita Lainnya

Liverpool ke Jalur Kemenangan Setelah Kalahkan Fulham 2-0

Liverpool ke Jalur Kemenangan Setelah Kalahkan Fulham 2-0

12 April 2026
Hantam Espanyol 4-1, Barcelona semakin Kokoh di Posisi Pertama

Hantam Espanyol 4-1, Barcelona semakin Kokoh di Posisi Pertama

12 April 2026

Seruan memboikot Israel kian meluas di Italia menjelang laga Italia vs Israel pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Friuli, Udine, 14 Oktober mendatang. Pada pertemuan pertama, 8 September lalu, Italia menang 5-4 atas Israel.

Desakan boikot itu dipicu serangan genosida Israel ke Palestina yang semakin brutal dalam dua tahun terakhir. Serangan itu menelan banyak korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

UEFA dan FIFA dianggap melakukan standar ganda terhadap Israel, tidak seperti saat menghukum Rusia karena serangan ke Ukraina.

Namun, Gravina mengatakan FIGC tidak memiliki ruang untuk bergerak. Terlebih timnas Italia sudah dua kali absen beruntun di Piala Dunia dan tidak ingin mengambil risiko kehilangan poin secara cuma-cuma.

“Italia akan dianggap kalah, yang berarti kami akan kehilangan peluang bermain di Piala Dunia, dan hasilnya akan menguntungkan Israel, yang secara teori bisa memperbesar peluang mereka di jalur kualifikasi menuju Piala Dunia,” kata Gravina.

Gravina kemudian menyebut masalah politik tidak seharusnya dibebankan kepada federasi olahraga. Seharusnya badan seperti UEFA dan FIFA yang mengambil keputusan langsung.

“Saya mengecam pemandangan penderitaan besar yang sayangnya kita saksikan setiap hari [di Gaza], tetapi tanggung jawabnya tidak boleh dibebankan kepada Federasi, tetapi kepada mereka yang lebih tinggi dari kita yang akan segera harus memberikan jawaban,” ucap Gravina.

Timnas Italia sendiri sedang dalam tekanan pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Gli Azzurri tertinggal enam poin dari Norwegia di puncak klasemen Grup I, dan dalam tekanan Israel untuk mengamankan posisi runner-up. Italia sebelumnya gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022. dtc

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper