
BANJARBARU – Menteri Sosial (Mensos) H Saifullah Yusuf mengharapkan dari sekolah rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia nantinya akan lahir anak-anak hebat yang mengisi Indonesia Emas 2045.
“Saya berharap dari sekolah sekolah rakyat yang dibangun di seluruh Indonesia akan lahir anak-anak hebat sebagai calon pemimpin di masa mendatang,” ujarnya pada pertemuan dengan calon murid sekolah rakyat di Banjarbaru, Senin (22/9).
Pertemuan itu antara lain dihadiri Asisten Bidang perekonomian dan pembangunan setdaprov Kalsel Ariadi Noor, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel Muhammad Farhanie.
Menurut Mensos, harapan tersebut dimungkinkan mengingat anak-anak dari sekolah rakyat juga memiliki talenta, minat dan bakat, jadi tinggal pembinaan agar mereka mampu mengembangkan potensi yang dimiliki anak-anak dari sekolah rakyat tersebut.
Untuk saat ini, kata Mensos, sekolah rakyat di seluruh Indonesia yang telah operasional sebanyak 100 titik dan direncanakan sampai akhir tahun 2025 ini menjadi 165 titik dengan jumlah anak mencapai 6.000 orang.
“Semua anak yang ditampung di sekolah rakyat sesuai arahan Presiden Prabowo Subiato adalah dari keluarga yang kurang beruntung atau kurang mampu dari segi ekonomi,” katanya.
Mensos menyebutkan ada tiga kunci yang harus dipahami berdirinya sekolah rakyat pertama memuliakan wong cilik atau rakyat miskin ekstrem, kedua menjangkau yang belum terjangkau dan memungkinkan yang tidak mungkin.
Sekolah rakyat yang jumlahnya 165 titik dseluruh Indonesia itu, sebut Mensos, semua difasilitasi negara, hal itu menunjukkan negara hadir untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi.
Dia menjelaskan, sekolah rakyat disiapkan menjadi sekolah unggulan yang mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dimasa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Mensos menyebutkan sekolah rakyat yang dibangun pemerintah menyasar sekitar 4 juta usia sekolah secara nasional yang belum bersekolah dan putus sekolah atau berpotensi putus sekolah.
Pendirian sekolah rakyat, sebut Gus Iful (sapaan akrabnya) merupakan bagian dari pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrem. ani

