Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Temukan Beras Oplosan, Disdag Serahkan ke Penegak Hukum

by matabanua
3 Agustus 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
KADISDAG Kalsel Ahmad Bagiawan.

​

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib bagi peredaran beras oploson.

Berita Lainnya

Kalsel Ekspor Produk Ikan Segar

Kalsel Ekspor Produk Ikan Segar

16 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Turun

Harga Emas Antam Kembali Turun

16 April 2026

​Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Ahmad Bagiawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan investigasi dan analisis awal terkait peredaran beras oplosan tersebut.

“Kami hanya melakukan investigasi dan analisis. Selanjutnya untuk penegakan hukum, diserahkan kepada pihak berwajib,” katanya, Jumat (1/8)

Ia mengatakan, pihak tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib dan berwenang untuk menghentikan distribusi merk beras kemasan yang terindikasi di oplos.

“Ada tiga merek yang kami temukan merupakan beras oplosan saat investigasi. Selain takarannya tak sesuai, juga kondisi berasnya memang tak sesuai kandungan yang tertera di kemasan,” ujarnya

​Menanggapi wacana keterlibatan anggota dewan dalam satgas pangan, pihaknya menyambut baik hal tersebut. Menurut Bagiawan, dengan dilibatkannya pihak dewan, maka pengawasan di lapangan akan menjadi lebih tajam.

“Peredaran di lapangan apabila dewan dilibatkan akan lebih tajam dalam hal pengawasan barang apa saja yang boleh dan tidak diedarkan,” tambahnya.

Ia juga memastikan bahwa stok beras di Kalsel masih dalam kondisi aman karena surplus.

Kadis menjelaskan, persentase masyarakat yang mengonsumsi beras kemasan hanya orang tertentu, sementara mayoritas masyarakat Banjar dipastikan lebih memilih beras lokal.

​Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi meminta dinas perdagangan untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan di pasar, baik tradisional maupun ritel modern.

Ia juga meminta agar DPRD dilibatkan dalam satgas pangan untuk memastikan pengawasan berjalan lebih maksimal. rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper