Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota Sebut Kondisi SDN Sungai Jingah 4 Memprihatinkan

by Mata Banua
22 Juli 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Juli 2025\23 Juli 2025\5\hal 5\Wali Kota HM.Yamin pantau kondisi fisik SDN Sungai Jingah 4.jpg
WALIKOTA HM Yamin (kiri) memantau kondisi fisik SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin. (Foto:mb/via)

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin melakukan kunjungan mendadak ke SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin di Jalan Saleh, Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin Utara, Selasa (22/7).

Kunjungan memantau kondisi sekolah di tengah-tengah pemukiman warga yang ternyata memprihatinkan. Terlihat fisik sekolah berlantai 2 berupa material kayu sudah mulai lapuk. Bahkan di kelas IV, plapon dan atap dipompang kuda-kuda atau tiang.

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

“Secara keseluruhan kondisi sekolah memprihatinkan dan sangat miris nelihatnya,” kata Yamin.

Ia ingin agar Dinas Pendidikan mengumpulkan data sehingga sekolah itu bisa menjadi prioritas pembangunan. Dinas PUPR pun diminta agar segera menilai kondisi fisik sekolah agar bisa dilakukan perhitingan perbaikan secepatnya.

“Karena kondisinya memprihatinkan bagi saya mestinya direhab total saja. Karena beberapa sekolah rusak dan tak bisa digunakan sehingga beberapa kelas belajar diluar dan beberapa kelas bergantian,” jelas Yamin.

Sementara, Kepala Sekolah SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin, Syukrie mengatakan, tiga kelas di atas tak bisa digunakan, bahkan 1 kelas dibawah yakni kelas IV sejak enam bulan lalu juga tak bisa dimanfaatkan untuk belajar. ” Kalau tiga kelas diatas tak kami gunakan lagi karena juga sangat lapuk dan khawatir akan membahayakan anak-anak,” katanya.

Sedangkan satu kelas di bawah , anak- anak juga terpaksa belajar shift atau bergantian karena kelasnya mengalami kerusakan pada atap dan plapon.

Sukrie mengatakan, pihaknya beberapa kali telah mengajukan usulan perbaikan ke Dinas pendidikan namun hanya direspon kunjungan semata. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper