Mata Banua Online
Jumat, Mei 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kades dan Warga Berkelahi Saat Langsir Solar

by Mata Banua
7 Juli 2025
in Hulu Sungai Tengah, Indonesiana
0
D:\2025\Juli 2025\8 Juli 2025\2\Kades dan Warga Berkelahi Saat Langsir Solar.jpg
SEJUMLAH petugas mendatangi tempat perawatan Kades Sungai Rangas Rijali yang terlibat perkelahian dengan warga di Puskesmas Pantai Hambawang, Kecamatan LAS, Kabupaten HST, Minggu (6/7).(foto:mb/ant)

BARABAI – Kepala Desa (Kades) Sungai Rangas Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tengah (HST) Rijali (54), dan seorang warga Risfani alias Fani (36), berkelahi hingga bersimbah daerah di depan SPBU Sungai Rangas, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS).

“Perkelahian antara kepala desa dan warga yang terlibat cekcok di duga dalam kondisi mabuk saat antre mau melangsir Solar,” kata salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya, Minggu (6/7).

Berita Lainnya

Ditlantas Polda Kalsel latih 100 driver pemprov safety driving

Ditlantas Polda Kalsel latih 100 driver pemprov safety driving

12 Mei 2026
Komisi IV Studi Banding ke Dinas Pendidikan Jabar

Komisi IV Studi Banding ke Dinas Pendidikan Jabar

12 Mei 2026

Berdasarkan informasi yang di himpun di lokasi kejadian, perkelahian di duga terjadi saat kedua korban hendak melangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dengan menggunakan barcode.

“Sempat dilerai waktu cekcok di dalam SPBU, tapi perkelahian terjadi di depan SPBU dengan sama-sama menggunakan senjata tajam (sajam),” ungkap saksi tersebut.

Akibat perkelahian itu, Kades Rijali dilarikan ke Puskesmas Pantai Hambawang dengan mengalami luka pada bagian kepala dan mendapatkan 50 jahitan, sedangkan warga bernama Fani dilarikan ke Klinik Mubarak Haruyan dengan mengalami luka pada jari tangan hampir putus.

Sementara, Kapolsek LAS Iptu Tony Suprianto membenarkan perkelahian dua orang tersebut yang mengakibatkan luka, dan kedua korban sempat mendapatkan penanganan medis hingga sudah diperbolehkan pulang.

Ia menyebutkan, cekcok itu bermula saat Fani mau menyerahkan barcode untuk mengisi Solar, kemudian datang Rijali dan mengambil telepon seluler milik Fani yang sudah pecah hingga warga tersebut tersinggung.

Selang beberapa saat, Fani mengambil parang yang diletakkan di dalam truk, namun para sopir truk lain melerai saat turut mengantre untuk mengisi Solar.

Karena situasi memanas, Rijali pergi untuk mengambil parang dan menunggu Fani selesai mengisi Solar sampai keluar SPBU hingga terjadi perkelahian berdarah itu.

“Saat ini keduanya sudah dilakukan perawatan dan sudah diperbolehkan pulang. Untuk proses selanjutnya masih dilakukan pemeriksaan oleh Unit Reskrim Polsek LAS,” ucap Tony. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper