
BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengambil langkah konkret untuk mengatasi lonjakan harga isi ulang gas LPG 3 kilogram di sejumlah pengecer di kota ini.
Setelah sehari sebelumnya di kelurahan Tanjung Pagar, kemarin operasi pasar khusus LPG 3 kilogram digelar di Kelurahan Sungai Bilu, Kecamatan Banjarmasin Timur.
Operasi pasar gas melon tersebut diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat terkait tingginya harga beli LPG 3 kg yang dapat mencapai kisaran Rp40 ribu per tabung dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah pusat yakni sebesar Rp18.500.
Usai pengawasan oleh jajaran tim operasi pasar gas LPG 3 kg yang digawangi Kepala Bagian Ekonomi SDA Setdako Banjarmasin, Siane Apriliawati, berdasarkan laporan yang masuk terdapat sejumlah titik yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat, salah satunya di Sungai Bilu.
“Ada 200 tabung yang kita alokasikan di tiap titik nantinya dengan harga jual tertinggi Rp18.500. 1 KK 1 kupon atau tabung,” ujarnya pasca pemantauan.
Siane mengungkapkan, sebetulnya tidak ada kelangkaan gas di Kota Banjarmasin seperti asumsi yang beredar. “Kami pastikan kuota untuk Banjarmasin itu cukup banyak, jadi tidak ada kelangkaan. Adapun terjadinya kenaikan harga mungkin karena pengecer tidak mendapatkan pasokan yang maksimal dari agen pangkalan, karena itu dibatasi hanya 10 persen kuota,” jelasnya.
Kemudian terjadinya distribusi yang tidak merata, juga dikarenakan 2 bulan kemarin yakni Mei dan Juni itu banyak tanggal merah, sehingga dropping kurang maksimal.
Selepas ini, pihaknya akan memanggil PT Pertamina dan stakeholder terkait untuk melakukan koordinasi mengenai skema distribusi maupun regulasi, agar kondisi tersebut tidak terulang kembali.
“Pengawasan ketat akan kita tingkatkan dan dalam waktu dekat akan kita panggil pihak-pihak terkait untuk merundingkan mekanisme terbaik,” katanya.
Sementara, Lurah Sungai Bilu Banjarmasin Aswin Hermawan mengatakan, operasi pasar gas LPG ini diperuntukkan untuk warganya yang jauh dari pangkalan dan warga tak mampu. ” Kami pilih secara selektif berdasarkan RT atau wilayah yang jauh dari pangkalan gas,” katanya. via

