Mata Banua Online
Rabu, April 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

5 Makanan yang Disukai Sel Kanker Ini Ternyata Sering Kamu Konsumsi

by Mata Banua
1 Juli 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Juli 2025\2 Juli 2025\11\Halaman 1-11 Rabu\5 makanan.jpg
(foto:mb/web)

Faktor risiko kanker ada beragam salah satunya pola makan. Secara tidak sadar, Anda sering mengonsumsi makanan yang disukai sel kanker berikut ini.

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel abnormal tubuh yang tidak terkendali. Secara global, penyakit ini jadi salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Lantas, apa penyebabnya? Disebutkan penyebab utama kanker adalah mutasi genetik dalam sel tubuh. Namun penyebab mutasi genetik belum diketahui secara pasti.

Sebenarnya tak hanya mutasi genetik. Kanker pun dipicu oleh sederet faktor salah satunya makanan. Dietisien klinis Alyssa Tatum menyebut setidaknya ada lima makanan yang berkaitan dengan kanker. Apa saja?

1. Daging merah

Daging merah telah dikaitkan dengan kanker khususnya kanker kolorektal. Namun hal ini tidak serta merta mengeliminasi daging merah dari diet harian.

“Coba kurangi frekuensi asupan daging merah dan pilih porsi yang lebih kecil,” kata Tatum seperti dikutip dari laman University of Texas MD Anderson Cancer Center.

Jika Anda mengunjungi restoran, pilih menu daging sapi, babi, domba, atau kambing yang porsinya lebih kecil. Para ahli menyarankan konsumsi daging maksimal 18 ons seminggu.

Ingin memasak daging di rumah? Tatum mengingatkan metode memasak dengan suhu ekstrem bisa meningkatkan risiko kanker misal, metode membakar (grilled). Sebaiknya pilih metode memasak dengan suhu lebih rendah seperti panggang atau sous vide.

Kemudian Tatum juga merekomendasikan pola makan berbasis tumbuhan (plant-based). Sebanyak 2/3 yang dikonsumsi sebaiknya mengandung elemen seperti, sayuran, biji-bijian utuh, buah, dan kacang-kacangan.

2. Daging olahan

Tak hanya daging merah, daging olahan juga dikaitkan dengan kanker. Daging olahan merupakan daging yang telah diawetkan atau mengalami perubahan bentuk dan rasa contohnya, ham, bacon, dan sosis.

Daging olahan biasanya menggunakan pengawet berupa nitrat dan nitrit yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan lambung.

Tatum menyarankan untuk mengecek label kemasan dan memastikan daging yang dibeli bebas nitrit dan nitrat atau pilih yang rendah natrium dan lemak.

3. Alkohol

Alkohol memang masih jadi perdebatan antara risiko dan manfaat kesehatannya. Namun para ahli kanker menyebut alkohol telah dikaitkan dengan peningkatan beberapa penyakit termasuk, kanker lambung, kolorektal, esofagus, hati, pankreas, dan payudara.

“Alkohol mengakibatkan kerusakan jaringan seiring waktu yang dapat mengakibatkan perubahan pada DNA sel dan peningkatan risiko kanker,” ujar Tatum.

Barangkali sebagian orang sulit menghindari alkohol sepenuhnya. Oleh karenanya, konsumsi alkohol harus dibatasi maksimal satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas per hari untuk pria.

4. Makanan dan minuman ultra proses

Makanan yang disukai sel kanker termasuk makanan dan minuman ultra proses. Kadar gula dan natrium pada pangan ultra proses bisa memicu kenaikan berat badan bahkan obesitas.

“Mengonsumsi makanan ultra-olahan yang tinggi kalori dan rendah nilai gizi ini dapat meningkatkan risiko kanker Anda dengan menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas. Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker Anda,” kata Tatum.

5. Makanan dan minuman dengan gula tambahan

Seperti pangan ultra proses, pangan dengan gula tambahan dapat meningkatkan berat badan dan obesitas. Hal inilah yang kemudian membuat Anda rentan terkena kanker.

Gula tambahan apa termasuk pemanis buatan? Ada beberapa penelitian tentang pemanis buatan dan risiko kanker. Namun Tatum berkata hasilnya beragam.

Dia pun merekomendasikan untuk mengonsumsi pemanis buatan seperti mengonsumsi gula konvensional yakni secukupnya.

Tanpa sadar Anda setiap hari mengonsumsi makanan yang disukai sel kanker. Cukup sulit mengeliminasi deret pangan ini sehingga sebaiknya perhatian lagi porsi dan frekuensinya. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper