
SAMARINDA – Dialog Serantau Borneo-Kalimantan (DSBK) XVI tahun 2025 di Samarinda Kalimantan Timur, menghasilkan tiga buah rekomendasi.
Dialog sastra yang diikuti para sastrawan dari tiga negara di Pulau Borneo; Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam ini, untuk mempererat hubungan budaya tiga negara serumpun, dan melestarikan warisan Sastra Melayu.
Presiden Gabungan Penulis Nasional (Gapena) Datuk Zainal Abidin Borhan mengatakan, rekomendasi tematik DSBK XVI yakni, pertama perlunya dukungan konkret dari pemerintah terhadap pengembangan dan permasyarakatan sastra.
Kedua, perlunya diperbanyak kegiatan peningkatan kemampuan bersastra.
“Penguatan jaringan silaturahmi antarnegara, residensi penulis, penerbitan media digital bersama, dan lainnya,” ujar Datuk Zainal Abidin.
Dan, rekomendasi ketiga sebut sastrawan senior ini, sastrawan perlu selalu bekerja keras untuk memperbaiki kualitas karya, baik secara bentuk (estetika) maupum materi (didaktika), jelasnya.
Sementara itu, hasil rapat majelis DSBK XVI tahun 2025 di Samarinda pada 18 Juni 2025, memutuskan penetapan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan DSBK XVII pada pertengahan tahun 2027.
“Semoga kita diberikan umur panjang dan kesehatan sehingga bisa bertemu di Banjarmasin,” ucap Datuk Zainal Abdin.
Hal ini disambut baik Ketua Dewan Kesenian Daerah Balangan Fahmi Wahid.
“Kami menyambut baik hasil rapat majelis yang menetapkan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah DSBK XVII pada 2027. Kami segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk persiapan acara ini,” ujarnya. dio

