
BANJARMASIN – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Rumah BUMN Pertamina di Banjarmasin, memanfaatkan teknologi hidroponik untuk meningkatkan produktivitas pertanian Kalimantan Selatan (Kalsel).
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Edi Mangun saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan salah satu UMKM binaan Pertamina yaitu Kebun Mandiri Alfarm memadukan dua sistem hidroponik canggih satu rangkaian berupa NFT dan DFT.
NFT menggunakan aliran tipis nutrisi (2-3 mm) di bawah akar tanaman, cocok untuk tanaman berakar pendek seperti selada, pakcoy, dan herbal sedangkan DFT menggunakan kolam nutrisi sedalam 10-15 cm untuk mendukung pertumbuhan tanaman berakar dalam seperti tomat dan cabai.
Edukasi dan demonstrasi mengenai sistem hidroponik ini dihadiri oleh CEO dan CFO Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin yaitu Ulil Amri dan Yoga Pratama, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap penerapan teknologi pertanian ini sebagai solusi berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa teknologi hidroponik ini bukan hanya memberikan solusi untuk ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi UMKM,” ungkap Edi Mangun.
Selain itu, ucapnya, program ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk memberdayakan UMKM lokal dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Dia juga mengatakan teknologi hidroponik terintegrasi NFT-DFT ini (Two in One System), Kebun Mandiri Alfarm tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian urban, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui efisiensi penggunaan air.
Langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi para pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi guna memanfaatkan teknologi dan membuka peluang pasar baru.
Bukan itu saja, inisiatif ini sejalan dengan asta cita pemerintahan Prabowo-Gibran yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk memanfaatkan teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan,“ pungkas Edi.
Diketahui, Kebun Mandiri Alfarm, yang terletak di Jalan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur, kini menjadi contoh nyata transformasi UMKM lokal yang beralih menggunakan teknologi untuk meningkatkan daya saing.
“Produk segar dari kebun ini kini memenuhi kebutuhan pasar lokal dan berkontribusi pada ekosistem pangan yang lebih berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” tutur Edi.
Ke depannya, Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin berencana untuk terus mengembangkan program ini, menyediakan pelatihan, pendampingan, dan akses pasar bagi lebih banyak UMKM yang ingin mengadopsi teknologi pertanian berbasis hidroponik.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan lebih banyak UMKM yang mampu berinovasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan di Indonesia. ant

