Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Peternak Ayam Menjerit, Harga Turun Drastis

by Mata Banua
22 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juni 2025\23 Juni 2025\7\7\Foto-oleh-ussoy.org_.jpg
(file :Mb/net)

JAKARTA – Harga ayam hidup (livebird) yang te­rus mengalami penurunan drastis dalam 4 bu­lan terakhir atau pascalebaran Idulfitri 2025, mem­buat hidup parapeternak makin tertekan. Sek­retaris Jenderal Gabungan Organisasi Pe­ter­nak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi me­ngatakan harga ayam hidup di tahun ini ja­tuh di level ekstrem, meski sebenarnya fluk­tu­a­tif harga ayam bukanlah sesuatu yang baru.

“Tahun lalu harga ayam hi­dup fluktuatif sama [naik-turun], ta­pi tidak seekstrem ini. Se­be­nar­nya naik turunnya ayam ini se­su­atu yang tidak asing. Cuma ini kan turunnya ekstrem [pasca Idulfitri 2025],” kata Sugeng.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Terlebih, Sugeng me­ng­ung­kap harga ayam hidup yang turun dras­tis ini sudah terjadi dalam em­pat bulan erakhir di tahun ini. “Ini [penurunan harga ayam hi­dup turun] seperti berlarut-larut. Ini kan dari habis lebaran sudah be­rapa bulan? Maret, April, Mei, Ju­ni, kan 4 bulanan ini yang ta­hun ini saja ya,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan ka­sar, Sugeng menuturkan harga ayam hidup di tingkat peternak ju­al fluktuatif pasca lebaran, yak­ni di kisaran Rp11.000-Rp15.000 per kilogram.

Adapun jika rata-rata harga ayam hidup dijual di level Rp15.000 per kilogram, lanjut Su­geng, kerugian peternak di­per­ki­rakan bisa mencapai di kisaran Rp5.400 per ekor.

Namun, dia menjelaskan ke­ru­gian yang dirasakan setiap pe­ter­nak bervariasi, terganung po­pu­lasi ayam hidup yang di­pe­li­ha­ra. “Jika peternak pelihara 10.000 ekor [ayam hidup], maka ke­ru­giannya Rp5.400 dikali 10.000 ekor [ayam hidup],” te­ra­ngnya.

Menanggapi hal tersebut, Pe­me­rintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) me­ne­tap­kan harga pokok produksi ayam hi­dup (HPP livebid) menjadi Rp18.000 per kilogram dari se­be­lumnya di level Rp17.500 per ki­lo­gram. Kebijakan ini mulai ber­la­­ku per 19 Juni 2025.

Ayam hidup salah satu pe­ter­nak di Jawa Timur Ayam hi­dup salah satu peternak di Jawa Ti­mur Kebijakan HPP Rp18.000 per kilogram ini diambil lantaran pe­ternak yang menjeri imbas har­ga ayam hidup yang rata-ratanya di­banderol di level Rp14.500 per ki­logram. Harganya kian jatuh di ba­wah HPP. Keputusan ini di­sam­but baik oleh para pelaku pe­ter­nak unggas dan diharapkan bi­sa terimplementasi dengan baik.

Ketua Umum Gabungan Pe­ru­sahaan Pembibitan Unggas In­do­nesia (GPP) Ahmad Dawami men­yebut penetapan HPP men­ja­di Rp18.000 per kilogram bisa me­nggairahkan para peternak, ter­masuk menstabilkan harga anak ayam.

Namun, menurutnya, angka ideal untuk HPP ayam hidup be­ra­da di level Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. Meski be­gitu, GPPU berharap ke­pu­tus­an HPP menjadiRp18.000 per ki­logram ini membuat para pe­ter­nak tak lagi mengalami ke­ru­gi­an dan diperkirakan kenaikan HPP ini baru diterima sekitar 2-3 hari ke depan oleh masyarakat.

“Hanya saja memang setiap pe­rubahan itu pasti ada pro­ses­nya. Tidak bisa seketika kayak mem­balik tangan. Nah pasti ada per­lawanan dar beberapa pem­be­li, karena naiknya kan begitu dras­tis,” kata Dawami.

Di sisi lain, Dawami me­nu­tur­kan bahwa selama ini peternak me­ngalami kerugian imbas harga jual yang anjlok di tingkat pe­ter­nak. “Kalau sudah terlalu lama ru­gi seperti ini ya pasti menderita lah pternak. Semuanya men­de­rita, bukan hanya peternak saja, sam­pai ke industri juga menderita kan,” ujarnya. bisn/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper