
RANTAU,- Bupati Tapin H Yamani kukuhkan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia kabupaten Tapin masa bakti 2025 – 2030, bertempat di Pendopo Galuh Bastari, Kamis (10/06).
Acara pengukuhan dihadiri Wakil Bupati Tapin H Juanda, Sekretaris daerah H Sufiansyah, Ketua GOW Hj Elya Hartati, Ketua DWP Hj Mashuriyah, para asisten, pimpinan SOPD, staf khusus bupati, tenaga ahli bupati, pengurus harian Hj Ahlul Jannah serta jajaran PGRI Tapin dan instansi terkait lainnya.
Atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Tapin Bupati Tapin H Yamani mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus PGRI yang telah dikukuhkan. Jabatan yang di emban ini tentu bukan hanya sebatas jabatan organisasi tetapi juga merupakan tanggung jawab dan moral untuk terus memperjuangkan hak, martabat dan kualitas guru di kabupaten Tapin.
Dalam kesempatan itu Bupati Tapin H Yamani juga menyampaikan, selamat atas dikukuhkannya Bunda Guru Kabupaten Tapin. Dimana sosok Bunda Guru diharapkan menjadi simbol kehormatan dan penguatan karakter para guru serta mencintai dunia pendidikan khususnya di tingkat PAUD dan pendidikan dasar.
Mari jadikan pengukuhan masa bakti ini, sebagai momentum untuk terus mendorong peningkatan potensi diri, memperjuangkan kesejahteraan, tenaga pendidik serta menjadikan organisasi PGRI sebagai wadah yang profesional dan responsif terhadap perubahan zaman.
Kita berharap kehadiran Bunda Guru akan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan belajar yang aman, aman dan menyenangkan
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang dan guru adalah kunci keberhasilan, untuk itu maki kita kibarkan semangat pengabdian dengan terus berkarya dan menjunjung tinggi profesionalitas untuk bangsa dan negara,” tutupnya.
Sementara itu Ketua Harian PGRI Tapin Hj Ahlul Jannah mengatakan, pengukuhan pengurus PGRI Tapin dirangkai dengan konferensi ke 23 periode tahun 2025 – 2030.
“Dimana setelah pengukuhan ini kita langsung melaksanakan Kongres Kerja 1 untuk menyusun program kerja masing-masing bidang. Adapun tujuan program PGRI kedepan adalah pendidikan dan pelatihan, menambah wawasan dan pengetahuan bagi para guru,” ujarnya.
Ditambahkan Hj Ahlul Jannah, melalui momentum ini, kita sebagai pengurus PGRI harus mempunyai pemikiran bagaimana caranya memberikan kesejahteraan kepada para guru.
Mensejahterakan guru dalam hal ini, tidak hanya memberi dana dan lainnya, tetapi bagaimana memberikan wawasan kepada Guru, untuk menjadikan dirinya sebagai guru yang berkompetensi sehingga pelajaran di kelas lebih menarik.
“Ketika pembelajaran itu menarik, anak didik akan betah dan selalu ingin melanjutkan sekolah, sehingga otomatis harapan lama sekolah di kabupaten Tapin akan meningkat,” jelasnya.{[her/mb03]}

