Mata Banua Online
Minggu, April 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Hingga Mei Terjadi 62 Kali Bencana Alam

by Mata Banua
11 Juni 2025
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2025\Juni 2025\12 Juni 2025\2\casc.jpg
H Achmadi SSos

BANJARMASIN – Dari Januari hingga Mei 2025 telah terjadi sebanyak 62 kasus bencana alam di Provinsi Kalimantan Selatan, meliputi banjir dan angin ribut atau angin puting beliung dan tanah longsor.

“Dari 62 kali bencana alam di Kalsel hingga Mei 2025 tersebut, terbanyak banjir sebanyak 29 kali,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Rabu (11/6).

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Menurut Madi –sapaan akrabnya, dari 29 kali banjir tersebut terbanyak di Kabupaten Banjar enam kali, di susul Barito Kuala (Batola) sebanyak lima kali dan Hulu Sungai Tengah (HST) serta Tapin masing-masing empat kali.

Selain itu, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tiga kali, Hulu Sungai Selatan (HSS) dua kali, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Balangan, Tabalong dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) masing-masing satu kali.

“Sementara, bencana alam angin puting beliung sebanyak 24 kali terbanyak di Kabupaten Banjar delapan kali, HSS sebanyak tujuh kali, Tanah Bumbu (Tanbu) ada lima kali.” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, di Kota Banjarmasin dua kali, Banjarbaru dan Kabupaten Batola masing-masing satu kali. Sedangkan bencana alam tanah longsor sebanyak 10 kali.

“Dari 10 kali bencana alam tanah longsor tersebut masing-masing tiga kali di Kabupaten Banjar dan HSS, dua kali di Kabupaten Balangan, dan masing-masing satu kali di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tapin,” katanya.

Madi mengungkapkan, akibat bencana alam hingga Mei 2025 itu menyebabkan 66.979 kepala keluarga (KK) atau 188.569 jiwa terdampak dan dua orang meninggal dunia, yakni masing-masing di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

“Akibat bencana alam itu menyebabkan satu buah rumah penduduk rusak berat, 117 buah rusak sedang dan 58.736 buah rusak ringan,” tambahnya.

Sementara untuk kerugian yang di alami di taksir mencapai Rp 125,782 miliar, terbesar di alami Kabupaten Banjar sekitar Rp 76,264, di susul Tala sekitar Rp 17,760 miliar.

Selain itu, Kabupaten Batola sekitar Rp 13,647 miliar, HSU sekitar Rp 11,586 miliar, HST sekitar Rp 1,432 miliar, HSS sekitar Rp 1,425 miliar, Tapin Rp 1,406 miliar, dan Kota Banjarbaru Rp 1,102 miliar.

Madi pun berharap masyarakat terutama yang tinggal di kawasan yang rawan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gempa bumi agar tetap waspada, mengingat ada sejumlah daerah di Kalsel yang kondisi alamnya terbuka. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper