
TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong meluncurkan program Gerakan Bangga Belanja Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Gerbang Barokah), di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Kamis (5/6).
Peluncuran Program ini diketahui merupakan langkah Pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi daerah Tabalong.”Sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membeli produk UMKM sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi daerah,” jelas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) H Syam’ani.
Ia mengatakan, Gerbang Barokah lahir dari dorongan kuat untuk memajukan UMKM lokal, meskipun jumlah pertumbuhan UMKM setiap tahunnya cukup menggembirakan namun perkembangan kualitasnya masih perlu dibenahi.
“Oleh karena itu Gerbang Barokah hadir sebagai implementasi nyata dari kebijakan nyata pemerintah dalam mendukung UMKM ,” tuturnya.
Program ini memiliki lima sasaran utama, di antaranya adalah peningkatan penjualan produk UMKM, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai bentuk pelatihan dan pendampingan.
“Program ini juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, kalangan akademik, media, dan masyarakat luas,” ungkapnya.
Strategi implementasinya meliputi penyelenggaraan kampanye publik melalui berbagai kanal, baik media konvensional maupun media digital, serta penyediaan ruang khusus bertajuk “Galeri UMKM” di kantor-kantor SKPD dan BUMD.
Syam’ani menambahkan, selain itu ada kebijakan yang mewajibkan pemanfaatan produk UMKM dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan.
“Salah satunya adalah ASN dan pegawai BUMD dianjurkan mengenakan batik atau kain sasirangan khas Tabalong setiap hari Kamis dan Jumat sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya dan produk lokal,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan, untuk memperluas pasar produk UMKM, meminta setiap ada kegiatan di Balai Rakyat ini untuk UMKM untuk berdagang disini.
“Kita perlu langkah nyata bukan hanya sosialisasi, tidak hanya berlaku disini saja, tetapi setiap ada kegiatan baik di tingkat Kecamatan maupun tingkat desa untuk UMKM dapat memasarkan produknya,” tegasnya.
Kemudian ia juga berencana untuk bekerja sama dengan pihak perhotelan untuk menaruh produk UMKM, sehingga para tamu apabila ada yang berminat bisa langsung membelinya.Pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan penyediaan kredit bunga 0% bebas administrasi, yang minimal angka pinjamannya adalah Rp 3 Juta namun rencananya akan dinaikkan lagi menjadi Rp 50 Juta.
“Saya berkomitmen untuk terus mendukung UMKM. program ini merupakan salah satu janji kami, semoga melalui ini UMKM lokal bisa maju dan berkembang,” pungkasnya.yan/rds

