
BANJARMASIN – Serius melakukan normalisasi sungai dalam penanganan banjir, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kini memiliki alat excavator amphibi. Alat senilai Rp 7,2 miliar itu, bisa digunakan untuk mengeruk sampah baik di dasar sungai maupun di daratan.
Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan alat ini menjadi solusi inovatif kebersihan sungai di kota ini.
“Alat ini bisa untuk pengerukan sampah di sungai sekaligus mengangkut eceng gondok di sungai,” kata Yamin usai melakukan tapung tawar alat baru tersebut di Pusat Daur Ulang (PDU) Sungai Gampa, Minggu (8/6) pagi.
Menurutnya, alat ini sangat efektif untuk mengangkat sampah yang mengendap di dasar sungai hingga penggerukan sedimen di dasar sungai, karena pendangkalan sungai.
“Namun alat ini cukup besar mungkin hanya bisa di sungai-sungai besar dan tentunya alat ini sangat didukung DPRD kota,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah menuturkan excavator amphibi ini menjadi bagian dari strategi panjang penanganan revitalisasi sungai yang menjadi konsen Pemko Banjarmasin Banjarmasin saat ini.
“Exavator apung berfungsi amphibi yakni bisa di air dan di darat. Ini kita upayakan untuk optimalisasi menangkap sampah di sungai yang besar,” katanya.
Ia berharap dengan adanya alat berat ini mampu mengatasi permasalahan kompleks dalam menjaga kelestarian sungai dan mengatasi penumpukan sampah yang di wilayah Banjarmasin.
Dalam pengelolaan excavator apung ini, lanjutnya, akan dikelola oleh UPTD Sungai dan Drainase di Dinas PUPR Kota Banjarmasin.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony, menjelaskan excavator ampibi saat ini difokuskan membantu di PDU Sungai Gampa untuk perangkap eceng gondok atau ilung.”Karena setelah kami membangun perangkap ilung, harus ada alat yang bisa membersihkan dan menangkap sampah di perangkap ilung tersebut,” ujarnya. via

