Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mentan Sebut Masih ada Permainan Mafia Pangan

by Mata Banua
4 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juni 2025\5 Juni 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (kanan).jpg
STOK BERAS – Stok beras yang melimpah namun harga dieceran tetap mahal menjadi bukti permainan harga yang dilakukan mafia masih berlangsung. Satgas Pangan diminta lebih masif lagi melakukan tugasnya.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Menteri Pertanian (Men­tan) Andi Amran Sulaiman me­la­kukan penelusuran dan menemukan ada­nya anomali dalam distribusi beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Berdasarkan data stok beras Food Sta­tion Tjipinang, ada ketidakwajaran ke­lu­arnya 11.410 ton beras dalam satu ha­ri yaitu pada 28 Mei 2025. Per­nya­taan ini disampaikan Mentan Amran se­bagai respons atas keluhan sejumlah pe­d­agang di PIBC yang menyebut pa­sok­an beras mulai seret dipasaran.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Masuk akal gak? Ini 11 ribu ke­luar satu hari. Satgas Pangan sudah tu­run, alasannya katanya salah hitung, ko­reksi, macam-macam alasannya,” ka­ta Mentan Amran saat konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Per­tanian (Kementan), Jakarta Selatn, Selasa.

Tercatat sebelumnya, stok beras di Food Station Tjipinang memiliki tren ya­ng terus meningkat terlebih sejak 2024 di kisaran 30 ribu hingga 40 ri­buan ton. Bahkan di tahun 2025 mam­pu menembus di kisaran 50 ribu ton.

Sementara itu, arus masuk dan ke­lu­ar beras di PIBC cenderung stabil dan berimbang dengan rata-rata sir­kulasi masuk-keluar beras sebesar 2.000-3.000 ton per hari. Mentan Amran mengungkapkan angka beras ke­luar 11.410 ton per hari merupakan lon­jakan drastis yang memunculkan tan­da tanya besar.

“Kemarin begitu mengatakan (har­ga beras) naik, aku cek. Sekarang tidak ada lagi alasan. Dulu ada alasannya, ka­lau stok Bulog kurang, impor. Apa mau minta impor dengan kondisi kita stok 4 juta ton? Dikeluarkan SPHP, apa jawabannya tadi? Untuk di blen­ding, untuk dicampur dengan beras lo­kal, baru dijual mahal,” ungkapnya.

Mentan Amran menegaskan jika ada pihak yang memainkan distribusi atau laporn stok secara sengaja, maka hal itu merupakan bentuk sabotase ter­hadap upaya pemerintah menjaga ke­ta­hanan pangan nasional.

“Sekarang pertanyaan saya, kenapa d­i­katakan hari ini stok di Cipinang ku­rang dan harga naik? Aku buka da­ta­nya, ternyata ada anomali. Ini harus di­luruskan. Jangan seenaknya kita menyampaikan. Ini bisa sebagai sabotase pemerintah. Sabotase data ka­rena ada kepentingan pribadi,” te­gas­nya.

Untuk itu, Mentan Amran men­do­rong Satgas Pangan dari Mabes Polri men­yelidiki langsung dan mengecek ke­be­naran dari data tersebut. Ia tidak ing­in ada pihak-pihak yang ingin me­ng­ambil keuntungan dan mencederai per­juangan pemerintah dan petani da­lam menjaga produksi pangan dalam ne­geri.

“Artinya apa? Ada middleman ya­ng mempermainkan. Inilah terkadang kita sebut mafia. Jangan mem­per­ma­in­kan, kita setengah mati ini ber­pro­duk­si. Kita setengah mati bantu pe­ta­ni,” ucapnya. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper