Mata Banua Online
Selasa, Mei 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemprov Kalsel Peringati Hari Pancasila

by Mata Banua
1 Juni 2025
in Headlines
0

 

Berita Lainnya

Nadiem Jalani Sidang dengan Tangan Diinfus

Nadiem Jalani Sidang dengan Tangan Diinfus

4 Mei 2026
JCH Meninggal Tak Lama Setelah Tiba di Madinah

JCH Meninggal Tak Lama Setelah Tiba di Madinah

4 Mei 2026

BANJARBARU – Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, Adi Santoso memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dilingkungan Pemerintah Provibsu Kalsel Tahun 2025 di Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru, pada Minggu (1/6) pagi.

Tampak hadir sejumlah jajaran pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Selatan, TNI/Polri, Satpol-PP/Damkar, tokoh masyarakat hingga mahasiswa dan siswi tengah berbaris.

Acara dimulai, pasukan bendera memasuki lapangan upacara. Mengheningkan cipta dimulai, kemudian pembacaan teks Pembukaan UU 1945 oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.

Pada momentum itu, Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso selaku inspektur membacakan teks sambutan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., P.hD.

“Saudara-saudari sebangsa dan setanah air. Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia: Hari Lahir Pancasila,” sampai Yudian Wahyudi dalam smabutan tertulisnya yang dibacakan dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Disampaikan Kepala BPIP Yudian Wahyudi, hari ini ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apalagi Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis, menurut Yudian Wahyudi bahwa dalam pembukaan UUD 1945 adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia,” tegasnya.

Dengan nilai itu, Kepala BPIP ini melihat dapat mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda.

Dalam Pancasila juga memandang bahwa kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, bagunya terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

“Dalam konteks pembangunan Nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia,” terangnya.

Dengan memperkokoh ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, melihat tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata.

“Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila,” pungkasnya.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Orang nomor satu di Kalsel itu ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan.

“Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya,” tandasnya.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 3 Tahun 2025, pidato tersebut dibacakan sebagai amanat oleh inspektur upacara. Diakhiri dengan foto bersama jajaran pejabat hingga tokoh masyarakat setempat. adp

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper