BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Dispar Kalsel) meminta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Banjar agar mahir bercerita (story telling) dan memiliki kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Sekretaris Dispar Provinsi Kalsel Tanwiriah mengatakan, pokdarwis harus mampu bercerita dan berbahasa Inggris untuk memudahkan menyampaikan informasi tentang destinasi wisata kepada wisatawan, terutama dari Mancanegara.
Guna meningkatkan kemampuan bercerita dan berbahasa Inggris, Dispar Kalsel menggelar pelatihan bagi puluhan pokdarwis di Kabupaten Banjar agar mampu menyampaikan informasi destinasi objek wisata yang menarik bagi wisatawan.
“Pokdarwis ini telah memiliki wawasan yang bagus untuk story telling, hanya saja kemampuan berbahasa Inggris masih lemah,” katanya.
Tanwiriah mengungkapkan, kegiatan peningkatan kapasitas bercerita bagi pokdarwis tersebut di gelar Dispar Kalsel berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbuddaporpar) Kabupaten Banjar.
Dispar Provinsi Kalsel pun mengusulkan program khusus kemampuan story telling menggunakan bahasa Inggris bagi Pokdarwis di kota/kabupaten se-Kalsel pada 2026.
Sementara, Kepala Disbuddaporpar Kabupaten Banjar Irwan Jaya mengapresiasi Dispar Kalsel yang telah menggelar bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas bercerita pokdarwis.
Menurutnya, story telling merupakan salah satu cara yang efektif mengenalkan sejarah dan budaya dari objek wisata yang di kelola pokdarwis di daerah.
“Pemkab Banjar juga akan mengedukasi pokdarwis secara bertahap terutama kemampuan berbahasa Inggris agar story telling ini bisa tersampaikan dengan baik kepada wisatawan Mancanegara,” ucap Irwan.
Salah satu narasumber dalam pelatihan tersebut Bayu Bastari Setiawan menambahkan, setiap tempat wisata memiliki cerita yang berbeda dari sisi sejarah, legenda, tradisi budaya, dan lainnya, serta pokdarwis harus memiliki kemampuan menyusun maupun menyampaikan cerita dengan baik.
“Saya berbagi tips menulis cerita dengan metode 3L (Lokasi, Legenda, Layanan) karena ini menjadi hal penting ketika ingin menyusun cerita tentang suatu objek wisata sebagai media promosi,” ujarnya.
Sedangkan salah satu anggota Pokdarwis Murung Batu Laba, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar Sarkani menilai pelatihan tersebut menambah wawasan bagi pengelola wisata, terutama kemampuan menyampaikan cerita sejarah wisata yang dikelola.
“Apalagi wisatawan yang berkunjung ke Murung Batu Laba tidak hanya dari lokal, tetapi juga ada dari Mancanegara, seperti Ukraina dan Jerman,” ungkapnya. ant
Pokdarwis Diminta Mahir Berbahasa Inggris
BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Dispar Kalsel) meminta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Banjar agar mahir bercerita (story telling) dan memiliki kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Sekretaris Dispar Provinsi Kalsel Tanwiriah mengatakan, pokdarwis harus mampu bercerita dan berbahasa Inggris untuk memudahkan menyampaikan informasi tentang destinasi wisata kepada wisatawan, terutama dari Mancanegara.
Guna meningkatkan kemampuan bercerita dan berbahasa Inggris, Dispar Kalsel menggelar pelatihan bagi puluhan pokdarwis di Kabupaten Banjar agar mampu menyampaikan informasi destinasi objek wisata yang menarik bagi wisatawan.
“Pokdarwis ini telah memiliki wawasan yang bagus untuk story telling, hanya saja kemampuan berbahasa Inggris masih lemah,” katanya.
Tanwiriah mengungkapkan, kegiatan peningkatan kapasitas bercerita bagi pokdarwis tersebut di gelar Dispar Kalsel berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbuddaporpar) Kabupaten Banjar.
Dispar Provinsi Kalsel pun mengusulkan program khusus kemampuan story telling menggunakan bahasa Inggris bagi Pokdarwis di kota/kabupaten se-Kalsel pada 2026.
Sementara, Kepala Disbuddaporpar Kabupaten Banjar Irwan Jaya mengapresiasi Dispar Kalsel yang telah menggelar bimbingan teknis untuk meningkatkan kapasitas bercerita pokdarwis.
Menurutnya, story telling merupakan salah satu cara yang efektif mengenalkan sejarah dan budaya dari objek wisata yang di kelola pokdarwis di daerah.
“Pemkab Banjar juga akan mengedukasi pokdarwis secara bertahap terutama kemampuan berbahasa Inggris agar story telling ini bisa tersampaikan dengan baik kepada wisatawan Mancanegara,” ucap Irwan.
Salah satu narasumber dalam pelatihan tersebut Bayu Bastari Setiawan menambahkan, setiap tempat wisata memiliki cerita yang berbeda dari sisi sejarah, legenda, tradisi budaya, dan lainnya, serta pokdarwis harus memiliki kemampuan menyusun maupun menyampaikan cerita dengan baik.
“Saya berbagi tips menulis cerita dengan metode 3L (Lokasi, Legenda, Layanan) karena ini menjadi hal penting ketika ingin menyusun cerita tentang suatu objek wisata sebagai media promosi,” ujarnya.
Sedangkan salah satu anggota Pokdarwis Murung Batu Laba, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar Sarkani menilai pelatihan tersebut menambah wawasan bagi pengelola wisata, terutama kemampuan menyampaikan cerita sejarah wisata yang dikelola.
“Apalagi wisatawan yang berkunjung ke Murung Batu Laba tidak hanya dari lokal, tetapi juga ada dari Mancanegara, seperti Ukraina dan Jerman,” ungkapnya. ant

