Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Jangan Abaikan BB Anak yang Tak Kunjung Naik, Bisa Jadi TBC

by Mata Banua
27 Mei 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Mei 2025\28 Mei 2025\11\Halaman 1-11 Rabu\jamgan.jpg
(foto:mb/web)

Penyakit tuberkulosis (TBC) selama ini lebih sering dikaitkan dengan orang dewasa. Namun kenyataannya, anak-anak pun dapat terserang penyakit menular ini. Orang tua sebaiknya tidak mengabaikan gejala TBC pada anak.

Menurut Global TB Report 2022, dari 10,6 juta kasus TBC yang tercatat di seluruh dunia, sebanyak 1,2 juta di antaranya adalah anak-anak.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

TBC pada anak berbeda dengan orang dewasa, baik dari sisi penyebab, gejala maupun pola munculnya. Hal ini kerap membuat diagnosis menjadi terlambat karena banyak orang tua tidak menyadari bahwa anaknya sedang mengalami infeksi TBC.

Dokter spesialis paru dari RS Pelni, Erlang Samoedro menjelaskan bahwa gejala TBC pada anak sering kali tidak khas. Tapi ada gejala utama yang perlu diwaspadai, yakni berat badan anak yang tidak kunjung naik.

“Tidak khas, misal batuk itu kan ciri TBC orang dewasa. Nah di anak tidak, tapi yang pasti kalau berat badan tidak naik atau pertumbuhannya terganggu ini sudah harus waspada, bisa jadi anak TBC,” kata Erlang saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (20/5).

Meski begitu, Erlang juga menyebut gejala batuk memang akan tetap muncul. Tapi, biasanya batuk baru terlihat jelas ketika infeksi sudah cukup berat, terlebih jika disertai darah.

Senada dengan itu, Dokter spesialis paru Erlina Burhan juga menyebutkan bahwa tidak seperti pada orang dewasa, batuk tidak selalu menjadi gejala utama TBC pada anak.

“Karena itu, orang tua perlu lebih jeli terhadap keluhan atau perubahan kondisi fisik anak yang mungkin tampak sepele namun berlangsung lama,” kata dia.

Berikut adalah sejumlah keluhan yang kerap dialami anak-anak yang terinfeksi TBC:

1. Batuk lebih dari dua minggu

Jika anak mengalami batuk yang tak kunjung sembuh selama dua minggu atau lebih, perlu dicurigai terdapat infeksi TBC, terutama jika batuk disertai gejala lain.

2. Demam yang tak kunjung turun

Demam ringan yang bertahan lebih dari dua minggu tanpa sebab yang jelas juga bisa menjadi tanda TBC.

3. Berat badan tidak naik atau bahkan turun dalam dua bulan terakhir

Ini menjadi salah satu indikator paling utama dari TBC pada anak, terutama jika pola makan anak sebenarnya cukup baik namun berat badan stagnan.

4. Kelelahan berkepanjangan

Anak terlihat lesu, kurang bersemangat, atau cepat lelah dalam beraktivitas selama lebih dari dua minggu.

Selain itu, gejala tambahan lain yang juga sering menyertai adalah:

Nafsu makan yang menurun

Keringat malam tanpa aktivitas fisik

Batuk yang semakin berat dari hari ke hari

Beda batuk biasa dan batuk TBC

Salah satu tantangan bagi orang tua adalah membedakan batuk biasa dengan batuk akibat TBC. Untuk itu, perhatikan 1. Durasi

Batuk biasa umumnya sembuh dalam waktu 1-2 minggu, sementara batuk TBC berlangsung lebih dari tiga minggu.

2. Kondisi tubuh secara umum

Batuk TBC sering diikuti dengan gejala sistemik seperti tidak nafsu makan, berat badan tidak naik, dan kelelahan.

3. Perkembangan gejala

Batuk karena TBC cenderung semakin berat dari waktu ke waktu.

Kata Erlina, yang perlu dipahami pada anak-anak, infeksi TBC biasanya menyerang area parenkim paru yang tidak memicu refleks batuk. Oleh karena itu, batuk bisa saja tidak muncul, sehingga diagnosis TBC kerap terlewatkan jika hanya mengandalkan gejala batuk semata.

“Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan imunisasi BCG sejak bayi, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan nutrisi anak tercukupi agar daya tahan tubuhnya kuat. Jika sudah terdiagnosa TBC, anak harus menjalani pengobatan secara teratur dan tuntas sesuai dengan anjuran dokter,” kata dia. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper