Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Apindo: Orang Kena PHK Terus Meningkat

by Mata Banua
14 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

D:\2025\Mei 2025\14 Mei 2025\7\7\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg

JAKARTA – Ketua Umum Aso­siasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan data Ke­men­terian Ketenagakerjaan (Kem­naker) mencatat tren ke­na­ikan angka Pemutusan Hu­bu­ngan Kerja (PHK).

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Shinta mengungkapkan se­ban­yak 257.471 orang peserta BPJS Ketenagakerjaan tercatat ber­henti dari kepesertaannyadi se­panjang tahun 2024 karena ter­kena (PHK). Sedangkan sejak awal tahun hingga Maret 2025 ini, sudah ada sebanyak 73.992 pe­serta yang terkena PHK.

“Kondisi PHK kita sudah li­hat bahwa data-data dari Ke­men­te­rian Ketenagakerjaan sudah ke­luar. Dan mereka juga men­ya­da­ri, kemarin Pak Menteri (Me­na­ker Yassieli) juga men­yam­paikan bahwa memang ini se­su­atu yang perlu diperhatikan ka­rena ada kenaikan,” kata Shinta, dalam acara Media Briefing Apindo Indonesia Quarterly Update, mengutip detikcom.

Menurut Shint di satu sisi ban­yak pekerjaan baru yang ter­cipta berkat investasi-investasi ba­ru yang masuk. Namun de­mi­kian, di luar daripada PHK, Indonesia juga harus men­yi­ap­kan 3-4 juta pekerjaan baru se­tiap tahunnya. Shinta pun kha­watir gelombang PHK tidak akan berhenti.

“Jadi walaupun sudah ada pe­kerjaan baru dari investasi ya­ng masuk, ini tidak bisa me­ma­dai dengan kondisi yang ada. Ya­ng jelas, kenaikan yang sangat signifikan dan tidak berhenti di sini,” uarnya.

Oleh karena itu, menurutnya saat ini Indonesia perlu me­la­ku­kan revitalisasi padat karya. Hal karena menurutnya PHK me­n­jadi satu perhatian yang sangat me­ngkhawatirkan.

Sementara itu, berdasarkan sur­vei Apindo terhadap 357 pe­rusahaan anggota yang di­la­ku­kan per Mret 2025, dirangkum 5 alasan paling utama dari para pe­rusahaan yang melakukan PHK. Alasan tertinggi dengan pe­rolehan 69,4 persen, alasan pe­rusahaan melakukan PHK ka­lah karena terjadi penurunan per­mintaan.

Di posisi kedua atau 43,4 per­sen perusahaan mengambil la­ngkah PHK karena kenaikan bia­ya produksi. Berikutnya, 33,2 persen perusahaan me­la­kukan PHK karena perubahan re­gulasi ketenagakerjaan berupa upah minimum (UM).

Berikutnya, 21,4 persen pe­­ru­sahaan melakukan PHK ka­rena alasan tekanan produk im­­por. Terakhir, 20,9% pe­ru­sahaan melakukan PHK karena karena faktor teknologi atau oto­masi. Kemudian dari jumlah perusahaan yang disurvei, 67,1 persen di antaranya menyatakan tidak berencana untuk me­la­kukan investasi baru satu tahu ke depan.

Selaras dengan kondisi ter­sebut, Apindo telah memberikan ma­sukan kepada pemerintah da­lam rangka penguatan, yang ke­mu­dian menghasilkan pem­ben­tukan 3 Satuan Tugas (Satgas). Pertama, ada satgas peningkatan ekspor nasional yang sudah berjalan untuk diversifikasi pasar ekspor.

Kemudian yang kedua Sat­gas Peningkatan Daya Saing serta Kemudahan dan Percepatan Pe­rizinan Usaha atau yang di­sebut dengan Satgas Deregulasi. Ke­tiga, ada Satgas Perluasan Ke­sempatan Kerja dan Mitigasi Pe­mutusan Hubungan Kerja (PHK) yang belum lama di­ben­tuk pemerintah. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper